Menakar Peluang Portugal dan Ronaldo Rebut Trofi Pertama Piala Dunia

8 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Portugal tiba di panggung Piala Dunia 2026 dengan modal yang tak pernah sebesar ini. Namun di balik kemilau skuad Os Navegadores, sejarah panjang tanpa mahkota masih membayangi setiap langkah mereka.

Perhelatan akbar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko menjadi panggung yang mana kekuatan terbaik Portugal berhimpun. Selecao das Quinas membidik trofi Piala Dunia perdana.

Edisi 2026 pun menyimpan dimensi lain yang tak kalah besar. Kemungkinan besar inilah panggung dunia terakhir bagi Cristiano Ronaldo. Sang megabintang berusia 41 tahun tampil untuk keenam kalinya di pentas dunia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cristiano pertama kali menapaki Piala Dunia pada edisi 2006 silam. Kini, dua dekade berselang, bomber Al Nassr itu masuk dalam daftar pemain dengan keikutsertaan terbanyak di Piala Dunia, sejajar dengan Lionel Messi.

Rivalitas CR7 dan Messi memang tak pernah padam, termasuk di panggung dunia. Satu hal yang selama ini menjadi celah bagi Messi untuk unggul adalah kesuksesan membawa Argentina juara di Qatar 2022.

Tak pelak, rekan-rekan Ronaldo di skuad Portugal pun dapat memendam ambisi serupa. Mempersembahkan gelar yang sama dengan apa yang diraih para pemain Argentina pada 2022 silam.

Namun perlu diingat, pencapaian terbaik Portugal di Piala Dunia hanya menyentuh babak empat besar. Itu terjadi pada 1966 saat Inggris menjadi juara dan Portugal merebut tempat ketiga.

Empat dekade berselang, tepatnya pada 2006, Portugal kembali melangkah ke semifinal. Kala itu Ronaldo tampil sebagai pemain debutan, namun Italia yang kemudian menjadi juara.

Itulah beban sejarah yang terus digendong Portugal. Berbeda dengan Spanyol, Prancis, Argentina, Brasil, atau Jerman yang sudah pernah mengangkat trofi tertinggi, Portugal belum sekali pun mencicipinya.

Paris Saint-Germain's Portuguese midfielder #87 Joao Neves fights for the ball with Bayern Munich's Colombian forward #14 Luis Diaz during the UEFA Champions League semi-final first leg football match between Paris Saint-Germain (PSG) and Bayern Munich at the Parc des Princes in Paris on April 28, 2026. (Photo by FRANCK FIFE / AFP)Joao Neves jadi salah satu calon bintang Portugal di Piala Dunia 2026. (AFP/FRANCK FIFE)

Pelatih Roberto Martinez pun sadar akan posisi timnya. Pria asal Spanyol itu tegas menyebut Portugal bukan favorit juara, melainkan pesaing kuat yang layak diperhitungkan.

"Kata 'favorit' itu sangat jelas; dimiliki oleh tim-tim yang pernah menjadi juara Piala Dunia dan merasa mampu memenanginya lagi. Spanyol, Prancis, Argentina, Brasil. Kami sendiri memiliki pemain-pemain dengan performa di level tertinggi," ujar Martinez.

"Setelah memenangi final Nations League melawan Spanyol, sudah jelas tim ini memiliki keyakinan yang besar. Kami menerima disebut sebagai 'pesaing'," sambung Martinez.

Kata-kata Martinez bukan sekadar rendah hati semata. Ada alasan kuat di balik pernyataan realistis itu. Portugal belum punya rekam jejak juara dunia yang bisa dijadikan pijakan kepercayaan diri.

Baca di halaman berikutnya>>>

Add as a preferred
source on Google

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi