Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth memecat Kepala Staf Angkatan Darat AS Randy George serta dua jenderal lainnya pada Kamis (2/4), di tengah berlangsungnya konflik dengan Iran.
Seorang pejabat Pentagon mengatakan kepada CNN bahwa Hegseth meminta George untuk segera pensiun dari jabatannya. Selain itu, dua pejabat lain yang turut diberhentikan adalah Mayor Jenderal William Green Jr. dan Jenderal David Hodne.
Langkah tersebut diambil sehari setelah Presiden AS Donald Trump menyampaikan pidato terkait perang Iran yang menegaskan rencana peningkatan serangan militer.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Juru bicara Pentagon Sean Parnell mengonfirmasi pencopotan George.
"Jenderal Randy A. George akan pensiun dari jabatannya sebagai Kepala Staf Angkatan Darat ke-41, efektif segera. Departemen berterima kasih atas puluhan tahun pengabdiannya," ujar Parnell.
Sejumlah pejabat AS menyebut keputusan ini merupakan bagian dari upaya Hegseth merombak struktur kepemimpinan militer. Kedekatan George dengan mantan Menteri Pertahanan sebelumnya juga disebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keputusan tersebut.
Selain itu, hubungan kerja George dengan sejumlah pejabat sipil di Pentagon dinilai tidak selalu sejalan dengan arah kebijakan baru yang diusung Hegseth.
Seorang pejabat AS lainnya menilai keputusan tersebut terkesan mendadak.
"Ini tidak terasa seperti keputusan yang benar-benar matang," ujarnya.
Pemecatan ini juga mengejutkan jajaran pimpinan Angkatan Darat. Mereka disebut baru mengetahui keputusan tersebut bersamaan dengan pengumuman publik.
Sebagai Kepala Staf, George memiliki peran penting dalam mendukung operasi militer, termasuk penyediaan sistem pertahanan udara dan rudal di tengah konflik dengan Iran. Angkatan Darat AS juga tengah mengerahkan pasukan untuk mendukung operasi di kawasan Timur Tengah.
Untuk sementara, posisi George kemungkinan akan diisi oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Christopher LaNeve.
Langkah perombakan ini menambah ketidakpastian di tubuh militer AS, terutama saat Washington tengah meningkatkan keterlibatan dalam konflik kawasan.
(lau/ins)
Add
as a preferred source on Google

12 hours ago
3













































