Menhub Ungkap Butuh Rp842 M untuk Benahi 1.600 Perlintasan Sebidang

10 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi membutuhkan anggaran sebesar Rp842,48 miliar untuk membenahi 1.600 perlintasan sebidang yang sangat rawan saat ini. Hal tersebut imbas kecelakaan maut yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4).

Menurut Dudy, kecelakaan yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek bermula karena kurangnya pengawasan di perlintasan sebidang. Oleh karena itu, keselamatan di perlintasan sebidang menjadi perhatian serius pemerintah.

"Untuk peningkatan keselamatan pada 1.600 lokasi perlintasan sebidang dibutuhkan total investasi sebesar Rp842,48 miliar," ujar Menhub dalam Rapat Komisi V DPR RI, Kamis (21/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, anggaran tersebut akan disediakan oleh Kementerian Perhubungan sebesar Rp603,9 miliar atau 72 persen dari kebutuhan, dan Rp238,6 miliar atau 28 persen akan disediakan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Secara rinci, kebutuhan anggaran tersebut diperlukan untuk menyediakan petugas penjaga lintasan dengan perkiraan biaya Rp603,9 miliar, pembangunan pos jaga lintasan sebesar Rp158,1 miliar serta fasilitas pendukung mekanikal dan elektrikal sebesar Rp60,9 miliar.

Untuk memenuhi pembiayaan ini, Dudy memastikan tidak hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang ada di pagu Kemnhub, tapi juga memanfaatkan kerja sama dengan pihak swasta. Misalnya, dukungan iklan di berbagai lokasi strategis.

[Gambas:Youtube]

"Adapun untuk skema pembelian selain APBN, kami juga menyiapkan alternatif skema pembelian melalui kerjasama pemanfaatan CSR serta dukungan iklan pada lokasi strategis," pungkasnya.

Berdasar keterangan resmi Kementerian Perhubungan, insiden kecelakaan maut itu bermula ketika rangkaian KRL relasi Bekasi-Cikarang tertemper mobil di perlintasan sebidang JPL 85.

Akibat kejadian tersebut, rangkaian KRL harus dievakuasi dan ditetapkan sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB) dengan kode 5181 karena berhenti berdinas dan berjalan di luar jadwal reguler.

Sebagai dampak peristiwa itu, petugas lalu memberhentikan satu rangkaian KRL lainnya dengan kode PLB 5568 yang mengarah ke Cikarang di peron Stasiun Bekasi Timur.

Namun, KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) relasi Jakarta-Surabaya tidak sempat berhenti sepenuhnya, sehingga terlibat insiden dengan KA PLB 5568 yang sedang berhenti.

(ldy/ins)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi