Menkomdigi Meutya Hafid Dituding Bungkam Siaran Aksi Demo Mahasiswa

2 hours ago 3

Selular.ID – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid dituding menjadi aktor media sosial khususnya Instagram yang down saat aksi unjuk rasa, hari Jumat (12/6/2026).

Tidak hanya media sosial, bahkan hampir semua stasiun televisi tidak ada yang menyiarkan peristiwa unjuk rasa dari para mahasiswa yang terjadi di Jakarta saat itu.

Para warganet kemudian menuding Menkomdigi Meutya Hafid yang sudah membungkam suara baik di media sosial maupun di stasiun televisi tersebut.

Bahkan banyak warganet yang membahas terkait Meutya Hafid yang menjadi sandera di Irak, tetapi kini menyandera suara rakyat.

Menkomdigi Terbuka dengan Kritik

Menkomdigi Meutya Hafid merespons aksi demonstrasi mahasiswa di Jakarta pada Jumat (12/6/2026) dengan mengungkap bahaya ‘ilusi algoritma’ di media sosial yang berpotensi memicu provokasi dan kekerasan.

Ia menekankan pentingnya menjaga ketertiban di ruang digital selama aksi berlangsung.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Dalam pernyataan resminya, Meutya menegaskan bahwa pemerintah menghormati hak warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum.

Kritik, masukan, dan aspirasi masyarakat merupakan bagian penting dalam demokrasi yang harus didengar dan direspons melalui mekanisme yang tepat.

“Pemerintah terbuka terhadap aspirasi, kritik, dan masukan dari masyarakat. Menyampaikan pendapat adalah hak warga negara yang dijamin dalam demokrasi. Karena itu, ruang untuk menyampaikan aspirasi harus tetap kita jaga bersama,” ujar Meutya dalam pernyataan tertulis yang dikutip.

Baca juga:

Ia menambahkan bahwa penyampaian aspirasi yang damai akan membuat pesan yang dibawa masyarakat tersampaikan dengan lebih jelas dan lebih mudah diterima publik.

Oleh karena itu, ia mengingatkan agar aksi tidak disertai tindakan yang merugikan masyarakat maupun fasilitas umum.

“Kritik boleh disampaikan dengan tegas, tetapi harus tetap damai. Jangan mudah terprovokasi sehingga memicu kekerasan, perusakan, pembakaran, penyerangan, atau tindakan lain yang membahayakan masyarakat,” tegasnya.

Lima Tuntuan Demo Mahasiswa

Diberitakan sebelumnya, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menggelar demo di Bundaran HI menuntut perubahan di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Lima tuntutan yang disampaikan mahasiswa meliputi stop pemborosan APBN, turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM, hentikan program MBG dan pembangunan koperasi desa merah putih, hentikan militerisme di ranah sipil, serta Prabowo berhenti mengelak dan akui kesalahan pemerintah.

Sebanyak 4.151 personel gabungan dari Polri dan TNI turut mengamankan aksi tersebut. Situasi di lapangan berlangsung dinamis dengan massa aksi mahasiswa masih tertahan saat hendak menuju Bundaran HI pada pukul 17.40 WIB.

Menkomdigi mengajak masyarakat yang menyampaikan aspirasi untuk tetap menjaga ketertiban, keselamatan bersama, serta kualitas ruang digital.

Ia menekankan bahwa penyampaian aspirasi secara damai akan membuat pesan lebih mudah diterima publik.

Selain menjaga situasi di lapangan, Meutya juga mengimbau masyarakat agar tidak mengunggah dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, tidak membagikan ajakan yang mengarah pada kekerasan, serta tidak melakukan provokasi yang dapat memperkeruh keadaan.

Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk terus mengedukasi masyarakat tentang literasi digital dan bahaya platform diblokir yang mungkin masih bisa diakses.

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi