Mitra Keluarga Percepat Transformasi Digital dengan AI Generatif AWS

7 hours ago 4

Selular.ID – Mitra Keluarga memperluas transformasi digital di 32 rumah sakit dengan memanfaatkan teknologi AI generatif Amazon Web Services (AWS), termasuk Amazon Bedrock dan Kiro.

Penerapan tersebut digunakan untuk mempercepat proses perekrutan, pengembangan perangkat lunak, serta pemeliharaan sistem yang mendukung aktivitas tenaga klinis dan staf.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Mitra Keluarga memodernisasi sistem pendukung operasional rumah sakit.

Perusahaan menggandeng Sarana AI, AWS Partner, untuk mengembangkan asisten penyaringan kandidat berbasis AI bernama Nara, sementara tim pengembang Mitra Keluarga memanfaatkan Kiro untuk mempercepat pembangunan dan pemeliharaan aplikasi internal.

“Setiap langkah yang kami lakukan pada akhirnya selalu berawal dari pasien. Dengan memanfaatkan AI generatif di AWS untuk menyederhanakan proses backend yang berulang dan memakan waktu, kami membantu tim kami bekerja lebih efisien dan berfokus pada peningkatan sistem yang mendukung pelayanan pasien yang lebih baik,” ujar Yosep Sutrisno, Chief Information Officer Mitra Keluarga, dalam keterangan resmi, Rabu (12/8/2026).

Nara bantu penyaringan ribuan resume

Salah satu penerapan AI generatif dilakukan pada proses perekrutan. Sebagai jaringan rumah sakit dengan 32 fasilitas, Mitra Keluarga menghadapi kebutuhan perekrutan tenaga profesional secara berkelanjutan.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Bersama Sarana AI, Mitra Keluarga menerapkan Nara sebagai asisten penyaringan kandidat untuk tim Human Resources (HR). Sistem tersebut dibangun menggunakan Amazon Bedrock, platform AWS untuk membangun dan menjalankan aplikasi AI generatif, serta Amazon Textract yang digunakan untuk mengekstraksi informasi dari dokumen.

Nara bekerja dengan menstandarkan informasi dari berbagai format resume dan mencocokkannya dengan kebutuhan keterampilan untuk membantu staf perekrut menemukan kandidat yang relevan. Namun, sistem tidak mengambil keputusan perekrutan secara otomatis.

Setiap resume tetap disimpan di dalam sistem dan keputusan akhir tetap berada di tangan tim HR Mitra Keluarga. Perusahaan juga menggunakan Amazon Bedrock Guardrails untuk membantu menerapkan batasan pada keluaran dan interaksi model AI sehingga data kandidat tetap terlindungi selama proses.

Menurut Mitra Keluarga, penerapan tersebut menghemat lebih dari 2.300 jam kerja HR setiap tahun. Penghematan berasal dari percepatan proses penyaringan resume dan wawancara awal kandidat.

“Di sektor kesehatan, penghematan waktu hanya berarti jika teknologi yang mendukungnya dapat dipercaya. Kami membangun solusi perekrutan Mitra Keluarga di atas Amazon Bedrock agar setiap respons AI tetap berada dalam batasan yang jelas dan aman, dan agar keputusan akhir selalu berada di pihak yang bertanggung jawab,” kata Aktsa Midy Efendy, Co-Founder dan CEO Sarana AI.

Penerapan AI pada proses perekrutan tersebut menempatkan teknologi sebagai alat pendukung pekerjaan HR, bukan pengganti pengambilan keputusan manusia.

Pendekatan ini juga memungkinkan tim perekrut memusatkan waktu pada tahapan yang membutuhkan penilaian lebih lanjut terhadap kandidat.

Pengembangan aplikasi dipercepat

AI generatif juga digunakan Mitra Keluarga dalam pengembangan perangkat lunak. Tim teknologi perusahaan memanfaatkan Kiro, alat pengembangan berbasis AI dari AWS, untuk membangun dan memelihara aplikasi yang digunakan tenaga klinis dan staf.

Salah satu hasilnya terlihat pada pengembangan aplikasi manajemen fasilitas. Proyek yang semula diproyeksikan membutuhkan waktu sekitar tiga bulan dapat diselesaikan dalam satu bulan dan kini memasuki tahap pengujian.

Produktivitas pengembangan kode juga meningkat berdasarkan metrik internal yang disampaikan Mitra Keluarga. Output kode bulanan per pengembang yang sebelumnya berada pada kisaran 1.000 hingga 2.000 baris meningkat menjadi sekitar 20.000 hingga 30.000 baris.

Perusahaan menyebut perubahan tersebut setara dengan peningkatan kecepatan pengembangan hingga 15 kali lipat. Selain pembangunan aplikasi baru, Kiro digunakan untuk membantu proses troubleshooting pada perangkat rekam medis.

Sebelumnya, penyelesaian masalah pada sistem tersebut membutuhkan waktu sekitar satu minggu. Setelah penggunaan Kiro, durasi troubleshooting berkurang menjadi sekitar satu hingga dua hari.

Percepatan tersebut berkaitan dengan sistem yang digunakan tenaga klinis dalam aktivitas sehari-hari. Mitra Keluarga menyebut pemangkasan waktu perbaikan memungkinkan sistem kembali digunakan lebih cepat ketika mengalami gangguan.

“Layanan kesehatan hadir untuk memberikan perawatan terbaik bagi pasien. Setiap jam yang dihabiskan untuk menunggu sistem yang bermasalah, adalah satu jam yang seharusnya bisa digunakan untuk merawat pasien,” ujar Anthony Amni, Country Manager AWS Indonesia.

Eksplorasi AI untuk pengalaman pasien

Mitra Keluarga selanjutnya tengah mengeksplorasi penggunaan AI generatif pada lebih banyak aspek operasional. Fokus yang disebutkan perusahaan mencakup pengalaman pasien dari tahap awal hingga setelah kunjungan.

Area yang menjadi perhatian antara lain proses pembuatan janji temu hingga layanan pascakunjungan. Perusahaan belum merinci bentuk penerapan maupun jadwal implementasi untuk masing-masing area tersebut.

Penggunaan Amazon Bedrock menjadi bagian dari pendekatan Mitra Keluarga dalam membangun kemampuan AI generatif di lingkungan operasionalnya. Sementara itu, Kiro digunakan untuk mendukung aktivitas pengembangan perangkat lunak yang menjadi fondasi berbagai sistem internal.

Bagi Mitra Keluarga, penerapan teknologi tersebut diarahkan untuk mengurangi pekerjaan administratif dan teknis yang berulang sehingga sumber daya perusahaan dapat lebih banyak digunakan untuk aktivitas yang berkaitan dengan operasional rumah sakit dan layanan kepada pasien.

Baca Juga: XL SATU Lite Hadirkan Internet Rumah Plug & Play untuk Keluarga Modern

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi