Jakarta, CNN Indonesia --
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu buka suara usai dibentak Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan dicap gila.
Netanyahu mencoba tidak membesar-besarkan pemberitaan tentang dirinya adu argumen hingga dimaki-maki Trump.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dua kepala negara itu sebelumnya dikabarkan terlibat cekcok melalui panggilan telepon, beberapa waktu lalu. Trump dibuat hilang kesabaran saat itu karena Netanyahu ogah menghentikan serangan ke Lebanon, malah mau meningkatkan operasi militer Israel.
Trump kemudian membenarkan kabar bahwa ia sempat membentak Netanyahu dengan menyebutnya "benar-benar gila."
Dalam wawancara eksklusif dengan CNBC International, Netanyahu menjawab pertanyaan jurnalis Sara Eisen yang mengutip perkataan Trump bahwa Netanyahu "bertindak gila."
Netanyahu mengatakan bahwa ia dan Trump mungkin memiliki "ketidaksepakatan taktis" tentang bagaimana menjalankan perang, tapi "memiliki kesepakatan dalam banyak hal."
Ia kemudian menegaskan Iran sebagai ancaman eksistensial bagi Israel dan AS dan mengatakan bahwa sangat penting untuk mencegah Republik Islam mengembangkan senjata nuklir.
Sebelumnya, Trump tidak mengakui bahwa ia sempat kesal dengan Netanyahu dalam panggilan telepon kedua kepala negara itu.
"Anda mengatakan, 'Apa Anda sudah gila (Are you fucking crazy?)? Apa yang sebenarnya Anda lakukan? Saya membantu Anda agar tidak masuk penjara.' Apakah itu benar? Apakah Anda berbicara kepadanya (Netanyahu) dengan kata-kata seperti itu?" tanya pewawancara kepada Trump.
"Saya memang mengatakannya," jawab Trump.
"Saya agak kesal dengan tindakannya yang terus berperang dengan Lebanon. Saya bilang, 'Bibi, kita harus menghentikan ini.'" ucapnya menambahkan seperti dikutip AFP.
Namun, Trump kemudian menegaskan dirinya memiliki "hubungan yang sangat baik" dengan Netanyahu.
"Kami bekerja sama dengan baik... Saya sangat menyukai Bibi," ujarnya.
(blq/bac)
Add
as a preferred source on Google

13 hours ago
3

















































