Jakarta, CNN Indonesia --
Mantan pemain timnas Malaysia, Azlah Johar, menegaskan siapa pun Presiden FAM harus siap menerima kritik keras dari suporter Harimau Malaya.
Sifat tahan kritik harus menjadi salah satu unsur yang dimiliki Presiden FAM, selain kredibilitas, pengaruh, dan wawasan bagus tentang sepak bola.
"Saya pernah menjadi pemain, pelatih, anggota komite kompetisi, instruktur, dan juga anggota Dewan Direksi Liga Sepak Bola Rakyat, yang semuanya terpapar kritik, terutama sebagai Presiden FAM, yang menjadi fokus utama ketika ada masalah sepak bola nasional," kata Azlan dikutip Bharian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu normal dalam olahraga ini. Kritik dari suporter tak dapat dihindari. Terkadang ada pujian, ada kritik, dan kita harus menerimanya. Namun, jika kita hidup di dunia olahraga, kita tidak bisa dikritik, ditegur, dan hanya menginginkan pujian, bagaimana kita bisa mengembangkan olahraga ini?" ujar Azlan menambahkan.
FAM saat ini tengah mempersiapkan diri untuk pemilihan pengurus FAM setelah sebelumnya aksi mundur massal yang dilakukan seluruh anggota Exco pada awal Januari 2026.
Reformasi FAM akan dilakukan setelah mendapat sanksi oleh FIFA karena dugaan pelanggaran pemalsuan dokumen tujuh pemain naturalisasi.
FAM juga kena saksi berupa denda dan pengurangan poin dalam laga uji coba FIFA Matchday yang telah dilakoni.
Namun begitu, tujuh pemain naturalisasi yang diskorsing satu tahun itu dapat penangguhan hukuman FIFA. FAM mengonfirmasi bahwa Court of Arbitration (CAS) telah mengabulkan permohonan penangguhan hukuman kepada tujuh pemain naturalisasi tersebut.
Pengurus FAM selanjutnya diharapkan bisa terbuka dan adil dalam membuat keputusan demi kemajuan sepak bola Malaysia.
"Kita sendiri sebagai individu yang memimpin, bagaimana kita ingin mengetahui kelemahan kita? Orang-orang yang mengkritik, kita ambil sisi positifnya meskipun kritik itu menyakitkan dan pahit. Pemimpin harus terbuka dan adil," ujarnya.
(jun/jun/nva)

2 hours ago
1















































