Perkuat Kurs Rupiah, Puteri Komarudin Dorong Optimalisasi DHE SDA

1 hour ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Golkar, Puteri Komarudin mendorong Bank Indonesia (BI) untuk mengoptimalkan instrumen Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, sebagai respons atas pelemahan nilai tukar (kurs) ke level Rp.17.666 per dolar AS.

Hal itu disampaikan Puteri dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR-RI bersama Bank Indonesia (BI), Senin (18/5).

"Tentu, DHE SDA ini merupakan salah satu solusi kebijakan untuk penguatan nilai tukar kita hari ini. Dan, yang menjadi perhatian adalah bagaimana kita bisa mengoptimalisasi devisa hasil ekspor supaya bisa membantu stabilitas supply dari valuta asing yang ada di Indonesia," kata Puteri.

Ia menilai, perlu pendalaman pasar keuangan agar semakin menarik bagi eksportir yang ingin memarkirkan dana ke Indonesia.

"Namun, harus kita akui juga, pendalaman pasar keuangan kita masih kurang. Sehingga, yang perlu diperhatikan adalah bagaimana mereka ingin memarkirkan dananya di Indonesia, ketika produk-produk yang mereka inginkan itu belum tersedia," tuturnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk itu, Puteri mendorong koordinasi yang efektif dan erat dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

"Utamanya, BI bersama OJK dan juga Kemenkeu untuk semakin memperkuat lagi bauran kebijakan ekonomi. Supaya, berbagai kebijakan yang telah dibuat ini bisa memperkuat nilai tukar kita," ujar Puteri.

Selain itu, ia juga menyoroti kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang dikeluarkan BI, hingga mencapai Rp388,1 triliun pada 2025 lalu.

"Tentu, angka ini bukan jumlah kecil, dan harapannya memang dapat mendorong akselerasi intermediasi perbankan maupun penurunan biaya kredit di sektor riil. Untuk itu, yang perlu menjadi perhatian BI kemudian, adalah bagaimana insentif likuiditas yang sudah sangat besar tadi, bisa menurunkan biaya kredit, sekaligus meningkatkan akses pembiayaan ke masyarakat," paparnya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan bahwa BI berkomitmen untuk mendukung kebijakan DHE SDA melalui penajaman kebijakan penempatan DHE SDA.

"Ini bagus sekali. Namun, karena kebijakan DHE-nya ada di Pemerintah, BI akan mengambil peran untuk mempertajam kebijakan penempatan DHE SDA. Kami pun sudah siapkan instrumen melalui Peraturan Bank Indonesia dan berkoordinasi melalui KSSK," tutup Perry.

Sebagai informasi, dalam kesimpulan raker ini, Komisi XI DPR RI bersama Gubernur Bank Indonesia sepakat agar Bank Indonesia mempertajam kebijakan untuk penempatan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE-SDA) guna mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. Bank Indonesia juga akan mempertajam kualitas pengukuran Indikator Kinerja Utama (IKU) pada laporan-laporan selanjutnya, yang antara lain mencakup penyediaan likuiditas perbankan, khususnya terhadap UMKM.

(rea/rir)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi