Perundingan Gagal, Menlu Iran Araghchi Tetap Jadi Bintang bagi Netizen

7 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Perundingan gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat di Islamabad, Pakistan, Jumat (10/4) tidak berakhir menggembirakan bagi kedua belah pihak.

Kedua pihak tidak mencapai kata sepakat. Padahal, negosiasi itu diharapkan menjadi jalan menuju perdamaian abadi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu yang menjadi perhatian bukan saja soal materinya, tapi juga mereka yang hadir mewakili masing-masing negara. Amerika Serikat dipimpin langsung oleh Wakil Presiden James David Vance. Sementara Iran selain kepala parlemen juga Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.

Rupanya sebelum dan sesudah perundingan, sosok Araghchi yang paling menyedot perhatian dunia.

Media Pakistan Dawn misalnya, menuliskan warga Islamabad sangat suka terhadap sosok dengan ciri khas senyum tipis itu.

"Ketika harapan menipis dan bencana tampak hampir tak terhindarkan, kaum muda Pakistan tampil dan menemukan sosok terkemuka untuk dikagumi," tulis laman tersebut.

"Benar sekali, para netizen Pakistan kembali tergila-gila dan kali ini, target yang tak disangka-sangka dari kekaguman mereka adalah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, yang mengunjungi Islamabad minggu ini untuk melakukan negosiasi penting dengan Amerika Serikat."

Sosok Araghchi memang sudah membetot banyak warga dunia sejak AS dan Israel menyerang Iran. Lelaki 64 tahun itu selalu tampil tenang saat menjelaskan situasi negaranya termasuk saat diwawancara media di seluruh dunia.

Begitu pula saat menulis di X, tidak ada caci maki seperti dilakukan Presiden Donald Trump.

Misalnya usai gagal perundingan dia menulis sebuah catatan dalam akun medsos X.

"Dalam pembicaraan intensif di tingkat tertinggi dalam 47 tahun, Iran terlibat dengan AS dengan iktikad baik untuk mengakhiri perang. Tapi, ketika hanya tinggal beberapa inci dari 'MoU Islamabad', kami menghadapi maksimalisme, perubahan target, dan blokade," tulis Araghchi di X pada Senin (13/4).

"Tidak ada pelajaran yang dipetik. Niat baik melahirkan niat baik. Permusuhan melahirkan permusuhan," lanjutnya.

Terlebih saat Araghchi diwawancara secara daring oleh media AS NBC News pada awal Maret. Jurnalis tersebut menanyakan apakah Iran gentar dengan ancaman invasi pasukan AS.

Araghchi dengan tenang menjawab pertanyaan jurnalis tersebut.

"Tidak, kami menunggu mereka. Kami percaya diri kami bisa menghadapi mereka dan itu akan menjadi bencana besar bagi mereka," kata Araghchi, kemudian melempar senyum.

Sontak, dalam beberapa jam terakhir, warganet beramai-ramai membagikan unggahan yang memuji sosoknya, bahkan menyebutnya sebagai "orang paling dicintai di internet".

Tenang, dingin dan berwibawa adalah karakter yang dia tunjukkan pada gaya komunikasinya yang dinilai berbeda dari kebanyakan tokoh politik global pada umumnya.

(imf/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi