Pidato Dexter Holland Vokalis The Offspring yang Pukau Wisudawan University of Southern California

2 hours ago 3

Jakarta -

Sosok Dexter Holland selama ini dikenal sebagai vokalis band punk rock legendaris The Offspring.

Namun, ribuan wisudawan University of Southern California baru saja melihat sisi lain dari musisi tersebut yang tak kalah menginspirasi.

Holland berdiri di atas panggung sebagai pembicara wisuda USC Dornsife dan menyampaikan pesan yang begitu dekat dengan kegelisahan banyak anak muda yang sedang menatap masa depan.

Bukan tentang musik atau ketenaran, melainkan tentang bagaimana menerima perubahan arah hidup yang sering datang tanpa diduga.


Di hadapan sekitar 2.000 lulusan, Holland mengingatkan bahwa kehidupan tidak selalu berjalan sesuai rencana yang telah disusun sejak awal.

"Hidup bukanlah sebuah garis lurus, melainkan serangkaian manuver (pivots)," ujar Holland dikutip dari laman The Music, Selasa, 2 Juni 2026.

Pesan tersebut terasa kuat karena lahir dari pengalaman pribadinya sendiri. Jauh sebelum dikenal sebagai salah satu ikon punk rock dunia, Holland memiliki cita-cita menjadi seorang dokter.

Perjalanan akademiknya di USC pun terbilang mengesankan. Ia meraih gelar sarjana ilmu biologi pada 1988, kemudian melanjutkan pendidikan hingga memperoleh gelar master di bidang biologi molekuler pada 1990.

Bertahun-tahun kemudian, tepatnya pada 2017, ia menyelesaikan pendidikan doktoral dan resmi menyandang gelar PhD di bidang biologi molekuler.

Namun, di tengah kesibukan akademiknya, muncul jalan hidup lain yang sama sekali tidak ia prediksi.

"Gue sadar bahwa gue benar-benar lebih mencintai biologi molekuler daripada sekolah kedokteran. Gue terpesona sama DNA, kode kehidupan. Dan entah bagaimana, saat gue masih kuliah pascasarjana di sini, di USC, band gue mulai terkenal," ujarnya.

Cerita Holland semakin menarik ketika ia mengungkap asal-usul salah satu lagu paling terkenal milik The Offspring. Lagu Come Out And Play yang menjadi bagian penting dari album Smash ternyata lahir bukan di studio musik, melainkan di laboratorium kampus.

"Gue menulis lagu itu saat lagi mencuci dan mensterilkan labu laboratorium," ungkapnya yang langsung disambut tawa dan tepuk tangan para hadirin.

Pengakuan tersebut menjadi bukti bahwa dunia sains dan seni tidak selalu berjalan di jalur yang berbeda. Menurut Holland, kedua bidang itu justru sering bertemu dan saling melengkapi.

"Momen itu terasa surealis, sebagaimana hal itu masih terasa surealis hingga hari ini. Seni dan sains benar-benar beririsan," katanya.

[Gambas:Instagram]

Menjelang akhir pidato, Holland memberikan pesan yang paling membekas bagi para lulusan.

Ia mengajak mereka untuk tidak takut menghadapi ketidakpastian dan berani mengambil keputusan berdasarkan apa yang benar-benar mereka yakini.

"Buatlah keputusan yang didorong oleh hati lu, tapi dipandu oleh pemikiran kritis yang telah lu pelajari di sini," ujar Holland.

Ia juga mengingatkan bahwa kesuksesan tidak selalu lahir dari jalur yang rapi dan mudah ditebak.

Justru dari perjalanan yang penuh belokan, seseorang bisa menemukan pengalaman paling berharga dalam hidupnya.

"Jangan cuma pilih karier. Pilihlah kehidupan yang berantakan sekaligus cemerlang seperti diri lu," katanya.

Pesan sederhana itu menjadi penutup yang kuat. Dari laboratorium hingga panggung dunia, perjalanan Dexter Holland menunjukkan bahwa mimpi bisa berubah bentuk berkali-kali.

Hal yang terpenting bukan seberapa lurus jalan yang ditempuh, melainkan keberanian untuk terus melangkah ketika hidup membawa arah yang berbeda dari rencana semula.

(ikh/ikh)

Loading ...

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi