Polisi Dalami Voice Logger-Sistem Sinyal Usut Kecelakaan Kereta Bekasi

13 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Polisi masih menyelidiki insiden kecelakaan maut antara antara Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.

Penyelidikan itu juga terkait informasi yang menyebut ada jeda waktu 30 menit antara insiden taksi listrik Grenn SM tertemper KRL dengan tabrakan antara KRL dengan Kereta Argo Bromo Anggrek.

"Waktu 30 menit ini masih didalami oleh Puslabfor, termasuk dari perkeretaapian," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto di Polda Metro Jaya, Jumat (8/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Disampaikan Budi, pihaknya telah meminta keterangan Kapusdal Daop 1 tentang bagaimana operasional perkeretaapian di hari kejadian. Pemeriksaan ini untuk mendalami soal runutan kejadian nahas tersebut.

"Mulai dari awal kejadian sampai dengan terjadi temper antara kereta api listrik dengan taksi online. Setelah itu ada kereta listrik yang mengantre karena ada terjadi kecelakaan, yang ditemper kembali oleh kereta Argo Bromo Anggrek," ucap dia.

Budi menyebut pihaknya juga mendalami soal early warning system atau sistem peringatan dini hingga voice logger dalam insiden nahas tersebut dari pihak KAI.

Sebagai informasi, voice logger adalah sistem perekaman suara digital untuk mencatat seluruh komunikasi antara petugas operasional, masinis, dan pusat kendali (Pusdalops) secara real time.

"Ini masih didalami apakah terkait tentang early warning system ataupun voice logger ataupun informasi yang disampaikan dari pengawas dari menara kepada kereta api Argo Bromo sudah mendapat informasi belum apabila ada di depan kereta api yang sedang mengalami kecelakaan dan berhenti. Ada dua kereta api, yang satu mengalami kecelakaan dan satu berhenti. Ini masih dalam pendalaman," tutur Budi.

Selain itu, lanjut Budi, pihaknya juga masih mendalami soal sinyal yang mengatur perjalanan kereta. Sebab, ada saksi yang menyebut bahwa saat kejadian sudah ada sinyal hijau kepada KA Argo Bromo Anggrek untuk melanjutkan perjalanan.

"Ini juga masih didalami tentang sinyal hijau. Saksi memberikan sinyal hijau kepada kereta api Argo Bromo Anggrek nomor 4B yang melintas di wilayah Tambun. Nah, ini juga masih dilakukan pendalaman oleh Puslabfor, penyidik, serta KNKT," katanya.

Kecelakaan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur terjadi pada Senin (27/4) malam. Insiden ini menyebabkan 16 orang meninggal dunia dan 90 orang lainnya mengalami luka-luka.

Insiden itu dipicu oleh mogoknya taksi Green SM di tengah perlintasan sebidang akibat gangguan sistem kelistrikan. Mobil tersebut kemudian dihantam oleh KRL yang melintas.

Imbas dari kecelakaan pertama, satu rangkaian KRL tujuan Cikarang berhenti darurat di Stasiun Bekasi Timur.

Dalam posisi berhenti tersebut, rangkaian KRL justru ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek hingga menyebabkan gerbong belakang khusus wanita ringsek dan merenggut belasan nyawa.

(dis/isn)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi