Selular.ID – Sejumlah vendor gadget seperti smartphone maupun laptop menanggapi adanya pembebasan kebijakan tingkat komponen dalam negeri alias TKDN untuk produk Amerika Serikat (AS).
Pemerintah Indonesia mengakui akan ada kelonggaran tingkat komponen dalam negeri (TKDN) bagi produk Amerika Serikat (AS) yang bakal masuk ke tanah air.
Hal tersebut usai adanya usai adanya Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump, pekan lalu.
Salah satu poin yang dimuat dalam perjanjian yang ditandangani pada 19 Februari tersebut adalah terkait pembebasan syarat TKDN perusahaan-perusahaan AS.
“Indonesia akan membebaskan perusahaan-perusahaan Amerika Serikat dan barang-barang Amerika Serikat dari persyaratan kandungan lokal,” kata perjanjian tersebut dalam Article 2.2.
Ponsel besutan Apple, iPhone, sempat tersandung masalah TKDN pada seri iPhone 16, yang membuatnya rilis di Indonesia sangat terlambat, tentu akan semaki melenggang di tanah air.
Sementara itu, Google Pixel juga tidak bisa dipasarkan di Indonesia karena masalah serupa, kemungkinan juga akan kembali memasukan produk smartphone dan laptop mereka.
Baca juga:
- Hanya Barang Remeh yang Digunakan di TKDN Smartphone, Pengamat Ungkap Ini
- Perlu Waktu dan Tenaga Untuk Mengurus TKDN Sebelum Produk Diizinkan di Pasar Indonesia
Tanggapan Vendor Smartphone dan Laptop
Menanggapi hal tersebut Marketing Director Xiaomi Indonesia Andi Renreng mengatakan TKDN adalah komitmen yang sudah Xiaomi pegang sejak masuk di pasar Indonesia.
Selain komitmen, kebijakan TKDN ini juga menjadi jalinan kerja sama Xiaomi dengan industri manufaktur di dalam negeri.
“TKDN bagi Xiaomi bukan sekadar kewajiban regulasi, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk berkontribusi terhadap pengembangan industri nasional serta memperkuat rantai pasok lokal,” ujarnya, belum lama ini.
Xiaomi juga menghormati setiap kebijakan pemerintah yang bertujuan memperkuat kerja sama ekonomi dan perdagangan internasional, termasuk terkait pembebasan TKDN bagi produk smartphone asal AS.
Namun, Andi menyebut pihaknya hanya akan fokus untuk memberikan produk terbaik bagi masyarakat Indonesia serta penguatan layanan purna jual.
“Hal ini sesuai visi Xiaomi yakni Innovation for Everyone, kami berkomitmen menghadirkan teknologi yang inklusif dan dapat diakses lebih luas oleh masyarakat,” sebut Andi.
Pernyataan serupa juga Product Manager Acer, Matius John Tirtawirya yang menyebut Acer akan terus mempertahankan posisinya di daftar vendor laptop terbesar di Indonesia.
Meski akan ada kebijakan pembebasan TKDN untuk produk dari Amerika Serikat dan membuat pasar laptop semakin dinamis, John mengatakan jika Acer sudah memiliki tempat tersendiri bagi para konsumen di tanah air.
“Acer memiliki segmen tersendiri bagi konsumen di Indonesia, jadi kami masih optimis untuk tetap mempertahankan pasar kami,” ungkapnya.
Pemerintah Tak Bebaskan 100% TKDN
Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan kebijakan TKDN tetap berlaku dan diterapkan dalam konteks pengadaan
pemerintah.
“Artinya, ketentuan TKDN terkait proyek atau merupakan belanja pemerintah, bukan seluruh barang yang beredar di pasar. Hal ini diberlakukan sebagai upaya mempromosikan penggunaan produk buatan Indonesia,” ujar Haryo dalam keterangan persnya.
Sementara itu, untuk produk AS untuk komersial kepada konsumen, akan bebas TKDN.
“Sedangkan barang yang dijual secara komersial di pasar nasional, maupun langsung ke konsumen, pada prinsipnya tidak dipersyaratkan TKDN secara umum,” ungkapnya.
Haryo menambahkan ketentuan ini tidak mengubah mekanisme persaingan barang di pasar ritel atau industri secara luas dan tidak serta merta membuat kondisi menjadi tidak adil bagi pelaku usaha dalam negeri.



















































