Jakarta, CNN Indonesia --
Pembawaannya memang seperti batu; keras, tetapi kalau nama Bojan Hodak disebut ke warga Bandung, Sunda pada umumnya, senyuman yang muncul.
Bagaimana tidak, Persib yang sempat kehilangan 'mistik' selepas juara 2014, bangkit kembali di tangan Hodak. Kini, di 2026, Persib mencapai tonggak baru: hattrick juara Liga Indonesia.
Tiga kali juara beruntun kompetisi kasta tertinggi Indonesia tentu bukan kebetulan. Ada etos kerja, pendekatan manusiawi di ruang ganti, dan strategi jitu saat pertandingan yang dibawanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum membela panji-panji Maung Bandung, nama Hodak sudah harum. Ia membawa Phnom Penh Crown juara Liga Kamboja pada 2011 lantas Kelantan FC kampiun Liga Malaysia pada 2012.
Dua musim beruntun, 2012 dan 2013, Kelantan juga diantar ke podium Piala FA Malaysia. Musim berikutnya giliran Johor Darul Ta'zim menjuarai kompetisi kasta tertinggi Malaysia.
Ia juga membawa Malaysia U-19 juara Piala AFF U-19 2018. Setelah itu, Kuala Lumpur City, klub yang kurang diperhitungkan, dijadikan juara Piala Malaysia 2021 dan runner up AFC Cup 2022.
Saat diperkenalkan Persib pada 26 Juli 2023, situasi klub sedang tidak baik-baik saja. Klub berjulukan Pangeran Biru ini sedang bertengger di posisi ke-16 Liga 1 2023/2024.
Persib hanya meraih tiga poin dari empat laga awal musim. Begitu datang, Hodak langsung menebar kharismanya; tuahnya, kematangannya; tangan dinginnya; otoritasnya.
Pada akhir musim, Persib juara liga. Persib mengalahkan Madura United pada babak final dalam sistem kompetisi percobaan Erick Thohir sebagai ketua umum baru PSSI.
Selanjutnya adalah sejarah. Persib tampil lagi di pentas Asia, meski tak lolos babak grup, kemudian juara lagi musim 2024/2025, serta musim ini lolos babak grup liga champions dan hattrick juara.
Komposisi Persib musim ini memang mewah untuk ukuran Indonesia. Menyadur Transfermarkt, Persib adalah klub dengan harga pasar atau market value tertinggi Indonesia.
Namun, klub berbintang bukan jaminan juara. Dewa United bisa menjadi contoh paling nyata. Di dalam tim yang mewah ada banyak ego dan idealisme yang rentan berbenturan.
Tanpa kehadiran pelatih yang kuat; otoritatif, bahkan otoriter, 'benturan peradaban' bisa membuncah. Kalau itu terjadi, jangankan juara liga, permainan sepak bola menawan pun tak akan tercipta.
Hodak hadir di tengah Persib dengan komposisi yang pas. Antara rasa gurih, manis, pedas, hingga tingkat keasaman, terpadu dengan sempurna. Raza lezat yang keluar. Lezat itu adalah juara.
Giancarlo Gallifuoco, pemain asal Australia yang pernah ditangani Hodak saat berseragam Kuala Lumpur City selama dua musim, menyebut Hodak sebagai pelatih tenang.
"Dia memang selalu tampak marah, tapi itu semacam kedok. Dia melakukan itu karena yang ingin dia sampaikan adalah pentingnya bersikap tenang."
"Jadi, versi tenangnya adalah sedikit marah, tetapi dia tidak pernah terlalu gembira dan tidak pernah terlalu sedih," ucap Gallifuoco dilansir dari The Asian Game pada Kamis (21/5).
Bek Persib yang juga bertugas sebagai asisten pelatih, Achmad Jufriyanto, dengan tegas mengatakan Hodak membawa sesuatu yang belum pernah ada di Persib.
"Dia seperti kepingan puzzle terakhir yang kami butuhkan," kata Jufriyanto dinukil dari tayangan 'Bola itu Life' yang tayang seusai Persib juara Liga 1 2024/2025.
Itulah Hodak, pria kelahiran Zagreb, Kroasia, 4 Mei 1971, yang baru mencipta sejarah untuk Persib. Hadirnya Hodak di Persib membuat klub lain harus mencari pelatih bertuah lainnya.
(abs/ptr)
Add
as a preferred source on Google

7 hours ago
2
















































