Jakarta -
Bara Valentino akhirnya bisa melepas kerinduannya dengan kampung halamannya di Afghanistan. Sudah 12 tahun Bara tidak merayakan Hari Raya Idulfitri di kampung halamannya.
Ia pun menceritakan perjalanan pulang kampungnya ke Afghanistan yang tidak mudah. Bara harus menempuh perjalanan selama 48 jam. Walaupun begitu, Bara merasa kerinduannya dengan kampung halamannya terbayarkan, setelah menghabiskan waktu sebulan di Afghanistan.
Terlebih ia sempat berziarah ke makam mendiang ayahandanya. Bara pun mengungkapkan bagaimana pengalamannya lebaran di Afghanistan dengan aturan ketat pemerintah Taliban.
"Tahun ini sedihnya adalah saya ketinggalan salat Id. Di sana itu pemerintahnya Taliban, jadi apa pun yang dibilang Taliban masyarakat harus bilang 'siap'. Pas Lebaran, ada aturan yang membuat masjid-masjid ditutup bagi mereka yang ingin salat di hari yang berbeda dengan ketetapan pemerintah," ungkap Bara Valentino saat ditemui di Trans TV, Selasa (28/4).
Bahkan, Bara mengungkapkan sempat ada ancaman terhadap imam masjid yang menggelar salat Id tidak sesuai instruksi pemerintah Taliban. Hal tersebut membuat banyak orang ketakutan hingga tak ada yang berani melaksanakan salat Id secara terbuka.
Selain aturan yang ketat, Bara juga mengungkapkan adanya perbedaan budaya lebaran antara Afghanistan dengan Indonesia. Bara justru mengaku dirinya rindu makanan khas lebaran di Tanah Air saat merayakan Idulfitri di Afghanistan.
"Di Afghanistan nggak ada ketupat. Kangen banget sama ketupat. Di sana Lebarannya lebih ke kacang-kacangan, almond, walnut, dan kismis. Itu jadi camilan buat tamu yang datang," ceritanya.
Bara mengaku harus tetap waspada dan tidak tampil mencolok selama di Afghanistan, demi menghindari risiko kejahatan.
"Di sana nggak boleh sembarangan show off (pamer). Kalau terlalu show off bisa diincar, jadi aku harus hati-hati banget," pungkasnya.
(kpr)
Loading ...

4 hours ago
2

















































