Jakarta -
Kunjungan kenegaraan Raja Charles III ke Amerika Serikat pada akhir April mendatang jadi sorotan. Sebab, ia dipastikan tidak akan bertemu dengan para korban kasus Jeffrey Epstein.
Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan. Menurut laporan Variety, pihak istana khawatir pertemuan tersebut bisa mempengaruhi proses hukum yang masih berjalan di Inggris terkait kasus Epstein.
Meski begitu, keputusan ini sempat menuai desakan dari sejumlah anggota parlemen Amerika Serikat. Salah satunya datang dari Ro Khanna, tokoh progresif Partai Demokrat.
Dalam surat terbuka, Ro Khanna meminta agar Raja Charles bersedia bertemu langsung dengan para korban Epstein dan Ghislaine Maxwell. Ia menilai pertemuan tersebut penting agar para korban bisa menyampaikan pengalaman mereka secara langsung sekaligus mendorong transparansi atas jaringan Epstein.
Namun, pihak istana menilai langkah itu belum bisa dilakukan saat ini. Alasannya, informasi yang muncul dari pertemuan tersebut dikhawatirkan bisa mengganggu atau mempengaruhi jalannya proses hukum di Inggris.
Selama setahun terakhir, Raja Charles juga tidak lepas dari dampak kasus ini. Hal itu berkaitan dengan hubungan Epstein dengan adiknya, Pangeran Andrew. Andrew telah berulang kali membantah semua tuduhan yang diarahkan kepadanya.
Pada Oktober 2025, pihak istana sempat menyampaikan bahwa Raja Charles bersama Ratu Camilla memberikan simpati mendalam kepada para korban kekerasan dalam bentuk apa pun.
Kunjungan kenegaraan Raja Charles ke Amerika Serikat telah dikonfirmasi pada 31 Maret. Meski jadwal lengkapnya belum diumumkan, ia diperkirakan akan menyampaikan pidato di hadapan sidang gabungan Kongres AS.
Pihak istana juga menegaskan, meskipun tidak ada pertemuan langsung, dukungan terhadap para korban tetap menjadi perhatian utama kerajaan Inggris.
(yoa/fik)
Loading ...

3 hours ago
1

















































