RTX Spark Jadi Senjata Baru NVIDIA di Pasar PC

6 hours ago 4

Selular.ID – NVIDIA resmi memperkenalkan RTX Spark pada ajang Computex 2026 di Taipei, Taiwan. Produk ini menjadi prosesor pertama NVIDIA yang dirancang khusus untuk komputer Windows, menggabungkan CPU berbasis Arm, GPU Blackwell RTX, dan akselerator AI dalam satu paket.

Kehadiran RTX Spark menandai langkah baru NVIDIA memasuki pasar prosesor PC yang selama ini didominasi Intel, AMD, Apple, dan Qualcomm.

NVIDIA menyebut platform ini dirancang untuk mendukung AI generatif, komputasi kreatif, serta gaming modern dalam perangkat laptop tipis maupun desktop berukuran ringkas.

Peluncuran RTX Spark juga memperkuat tren Windows on Arm yang dalam dua tahun terakhir semakin mendapat perhatian industri.

Berbeda dari pendekatan sebelumnya yang mengandalkan CPU dan GPU terpisah, NVIDIA mengintegrasikan seluruh komponen utama komputasi ke dalam satu system-on-chip (SoC) untuk meningkatkan efisiensi daya sekaligus performa AI.

RTX Spark dibangun menggunakan CPU NVIDIA Grace berbasis Arm dengan 20 inti pemrosesan yang dikembangkan bersama MediaTek.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Chip tersebut dipadukan dengan GPU NVIDIA Blackwell RTX yang memiliki 6.144 CUDA Core serta Tensor Core generasi terbaru untuk pemrosesan AI. NVIDIA juga menyematkan memori terpadu LPDDR5X hingga 128GB dalam satu arsitektur terpadu.

Menurut NVIDIA, konfigurasi tersebut mampu menghasilkan performa AI hingga 1 petaflop FP4. Angka tersebut memungkinkan perangkat menjalankan model AI berukuran besar secara lokal tanpa harus terus-menerus bergantung pada layanan cloud.

RTX Spark diklaim dapat menjalankan model bahasa besar hingga 120 miliar parameter, mengedit video 12K, merender adegan 3D berukuran sangat besar, hingga memainkan gim AAA pada resolusi 1440p dengan frame rate di atas 100 fps melalui teknologi DLSS 4.5 dan Frame Generation.

NVIDIA menempatkan RTX Spark sebagai platform untuk era “agentic AI”, yaitu sistem kecerdasan buatan yang mampu menjalankan tugas secara mandiri atas nama pengguna.

Dalam konsep tersebut, komputer tidak hanya berfungsi sebagai alat kerja, tetapi juga dapat bertindak sebagai asisten digital yang menjalankan proses kompleks secara otomatis di latar belakang.

NVIDIA dan Microsoft bahkan bekerja sama untuk mengembangkan lingkungan Windows yang lebih aman bagi AI agent yang berjalan langsung di perangkat.

Kehadiran RTX Spark juga menjadi langkah strategis NVIDIA dalam memperluas bisnisnya dari pasar GPU dan pusat data menuju industri PC konsumen.

Selama ini perusahaan dikenal sebagai pemimpin pasar akselerator AI untuk data center. Namun meningkatnya kebutuhan AI di perangkat pribadi membuka peluang baru yang ingin dimanfaatkan perusahaan.

Dukungan industri terhadap RTX Spark terlihat cukup luas. NVIDIA mengonfirmasi bahwa perangkat berbasis chip tersebut akan diproduksi oleh sejumlah mitra besar, termasuk Microsoft, ASUS, Dell, HP, Lenovo, MSI, Acer, dan Gigabyte.

Produk pertama dijadwalkan hadir pada musim gugur 2026 dalam bentuk laptop premium dan desktop mini.

Di sisi perangkat lunak, NVIDIA membawa hampir seluruh ekosistem teknologinya ke RTX Spark. Platform ini mendukung CUDA, TensorRT, RTX Ray Tracing, DLSS, Reflex, OptiX, hingga G-SYNC.

Adobe juga telah mengumumkan optimalisasi Photoshop dan Premiere Pro untuk memanfaatkan kemampuan AI dan grafis dari RTX Spark.

Selain Adobe, dukungan juga datang dari Blender, Blackmagic Design, CapCut, ComfyUI, dan sejumlah pengembang perangkat lunak kreatif lainnya.

Peluncuran RTX Spark terjadi ketika persaingan prosesor AI semakin ketat. Qualcomm lebih dulu menghadirkan Snapdragon X Series untuk Windows on Arm, sementara Intel dan AMD terus memperkuat portofolio AI PC mereka melalui integrasi NPU dan akselerator AI khusus.

Masuknya NVIDIA ke segmen ini berpotensi mengubah peta persaingan karena perusahaan memiliki keunggulan pada ekosistem AI, GPU, dan perangkat lunak yang telah digunakan secara luas oleh pengembang di seluruh dunia.

NVIDIA juga telah memaparkan roadmap lanjutan RTX Spark untuk beberapa generasi mendatang.

Strategi tersebut menunjukkan bahwa perusahaan tidak melihat RTX Spark sebagai produk satu kali, melainkan sebagai fondasi jangka panjang untuk membangun ekosistem PC berbasis AI.

Baca Juga:Nvidia Perluas Ekosistem Robotaxi Level 4 Bersama Foxconn dan Uber

Dengan dukungan Microsoft dan sejumlah produsen komputer global, RTX Spark menjadi salah satu langkah paling signifikan dalam evolusi Windows PC menuju komputasi yang semakin berfokus pada kecerdasan buatan.

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi