Jakarta, CNN Indonesia --
Nilai tukar rupiah berada di level Rp17.529 per dolar AS pada perdagangan Selasa (12/5) sore. Mata uang Garuda melemah 115 poin atau 0,66 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Pelemahan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang di kawasan Asia yang kompak berada di zona merah terhadap dolar AS. Peso Filipina melemah 0,57 persen, ringgit Malaysia terdepresiasi 0,25 persen.
Selanjutnya ada dolar Singapura turun 0,35 persen, yen Jepang melemah 0,27 persen, won Korea Selatan anjlok 1,18 persen, serta dolar Hong Kong terkoreksi 0,01 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, yuan China menjadi satu-satunya mata uang Asia yang menguat setelah naik 0,02 persen terhadap dolar AS.
Mata uang utama negara maju juga mayoritas melemah terhadap dolar AS. Euro Eropa turun 0,31 persen, poundsterling Inggris melemah 0,71 persen, dolar Australia terkoreksi 0,44 persen, dolar Kanada turun 0,20 persen, serta franc Swiss melemah 0,32 persen.
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah dan mayoritas mata uang regional tertekan oleh kenaikan harga minyak mentah dunia di tengah semakin meredupnya harapan perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
"Rupiah dan mata uang regional terpantau melemah cukup besar terhadap dolar AS oleh harga minyak mentah dunia yang kembali naik merespons semakin redupnya harapan perdamaian AS-Iran," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com, Selasa (12/5).
Ia mengatakan sentimen risk off di pasar domestik juga meningkat menjelang pengumuman MSCI yang diperkirakan memberi tekanan terhadap pasar ekuitas dan rupiah.
"Antisipasi pengumuman MSCI juga memicu sentimen risk off di pasar ekuitas domestik yang ikut menekan rupiah. Data penjualan ritel yang lebih rendah dari harapan juga menekan rupiah," katanya.
(lau/ins)
Add
as a preferred source on Google

4 hours ago
1

















































