Samsung Alihkan Produksi DRAM Konvensional Demi Dorong Memori AI

13 hours ago 7

Selular.ID – Samsung resmi mengalihkan sebagian porsi produksi memori Dynamic Random-Access Memory (DRAM) konvensional ke perusahaan penyedia jasa manufaktur semi-konduktor (outsource) pada Sabtu (19/9/2026).

Langkah strategis ini diambil guna mengosongkan ruang fasilitas pabrik utama perusahaan agar dapat difokuskan pada pemufakatan produksi memori berkecepatan tinggi atau High Bandwidth Memory (HBM) yang ditujukan untuk kebutuhan kecerdasan buatan (artificial intelligence).

Pengalihan lini produksi ini merespons melonjaknya permintaan global terhadap chip memori canggih yang dibutuhkan oleh pusat data (data center) serta pemrosesan model AI generatif.

Samsung memilih untuk menyerahkan pengerjaan memori standar seperti DDR4 dan LPDDR4 kepada mitra manufaktur pihak ketiga (foundry) guna memastikan pasokan pasar reguler tetap terjaga tanpa mengganggu ekspansi komponen masa depan.

Kebijakan alokasi ulang kapasitas manufaktur tersebut mempertegas pergeseran fokus bisnis divisi semikonduktor Samsung.

Dengan menyerahkan porsi manufaktur modul memori berteknologi lama kepada mitra eksternal, perusahaan dapat mengoptimalkan lini produksi silikon canggih (advanced node) di pabrik internal untuk memproduksi HBM3e dan HBM4 secara masif.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Strategi Ekspansi dan Transformasi Fasilitas Pabrik

Lonjakan tren kecerdasan buatan telah mengubah lanskap industri memori global secara signifikan. Memori jenis HBM membutuhkan ruang fisik dan proses manufaktur berupa silicon via (TSV).

Serta pengemasan 3D yang jauh lebih kompleks dibandingkan DRAM standar. Kebutuhan teknis tersebut menyedot kapasitas area bersih (cleanroom) dan peralatan pabrik yang jauh lebih besar pada fasilitas produksi utama Samsung.

Guna memenuhi komitmen pasokan kepada para produsen akselerator grafik dan pemproses AI terkemuka, Samsung mulai mengonversi lini produksi DRAM konvensional di fasilitas Pyeongtaek dan Cheonan, Korea Selatan.

Lini yang tadinya memproduksi chip memori konsumen dialihfungsikan secara bertahap untuk mendukung tahapan pengemasan dan manufaktur chip HBM generasi terbaru.

Mitra manufaktur eksternal yang ditunjuk akan menangani siklus pemrosesan wafer hingga pengujian akhir untuk memori kelas standar.

Skema outsourcing ini memungkinkan Samsung mempertahankan pangsa pasar (market share) di segmen memori umum.

Sembari memprioritaskan margin keuntungan yang lebih tinggi dari produk memori kecerdasan buatan.

Dinamika Pasar Semikonduktor dan Implikasi Industri

Langkah alokasi ulang yang dilakukan Samsung memicu penyesuaian rantai pasok pada industri semikonduktor global.

Pengalihan produksi DRAM konvensional berpotensi mempengaruhi peta harga memori untuk perangkat komersial seperti komputer personal (PC) dan ponsel pintar (smartphone).

Mengingat tingkat pasokan memori DDR4 dan LPDDR4 di pasar global akan bergantung pada kapasitas mitra pihak ketiga.

Di sisi lain, persaingan di industri memori HBM semakin memanas antara Samsung, SK Hynix, dan Micron Technology.

Ketiga produsen utama ini saling berebut kapasitas produksi demi mengamankan kontrak pasokan jangka panjang dengan perusahaan pengembang chip kecerdasan buatan global.

Keputusan Samsung untuk mengosongkan area pabrik internal dinilai sebagai respons langsung untuk mengejar efisiensi volume produksi lawan bisnis utamanya.

Penyesuaian struktur manufaktur ini mencerminkan komitmen Samsung dalam menjaga kepemimpinan teknologi di tengah transformasi digital berbasis AI.

Baca Juga:Ini Jadwal One UI 9 untuk Samsung Galaxy S25

Peralihan bertahap pada kapasitas produksi ini ditargetkan mulai beroperasi secara penuh pada paruh mendatang, seiring berjalannya kualifikasi produk HBM terbaru untuk para pelanggan korporasi.

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi