Jakarta, CNN Indonesia --
Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama memilih menghindari perayaan sampanye setelah berhasil mengakhiri balapan Moto3 Brasil dengan berdiri di podium ketiga, Minggu (23/3). Hal itu tak lepas dari status Veda Ega sebagai pemeluk agama Islam.
Setelah balapan berakhir, seperti biasa pembalap yang finis di posisi tiga besar berdiri di podium. Begitu lagu kebangsaan Spanyol selesai dikumandangkan, Maximo Quiles yang finis di posisi pertama dan Marco Morelli yang finis di posisi kedua bersiap membuka sampanye.
Melihat hal tersebut, Veda Ega memilih menyingkir ke pinggir. Ia hanya menyaksikan Quiles dan Morelli saling menyemprotkan sampanye. Kedua pembalap tersebut juga menghormati Veda Ega dengan tidak menyemprotnya dengan sampanye.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah aksi semprot sampanye selesai, Veda Ega baru kembali bergabung dengan Quiles dan Morelli. Mereka lalu melakukan toast namun Veda Ega menggunakan minuman berenergi.
Usai momen itu, Veda Ega berfoto bersama dengan Quiles dan Morelli.
Veda Ega berhasil tampil impresif di Moto3 Brasil. Veda Ega yang start dari posisi keempat awalnya kesulitan dan hanya ada di posisi kesembilan.
Namun setelah red flah dikibarkan dan balapan harus start ulang, Veda Ega bisa tampil lebih agresif. Veda Ega langsung melesat ke posisi keenam lalu perlahan naik hingga akhirnya bisa menempati posisi ketiga di lap terakhir.
Pencapaian di Moto3 Brasil ini membuat Veda Ega jadi pembalap Indonesia pertama yang mampu berdiri di podium grand prix. Ia kini juga duduk di peringkat ketiga klasemen Moto3 2026.
(ptr)
Add
as a preferred source on Google

12 hours ago
4
















































