CNN Indonesia
Rabu, 25 Mar 2026 15:00 WIB
Ilustrasi. Meski aman, bukan berarti donor darah bisa dilakukan kapan saja dan sesering mungkin. (CNN Indonesia/Adi Maulana Ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --
Donor darah memang menyelamatkan nyawa dan aman bagi sebagian besar orang sehat. Siapa saja yang memenuhi syarat boleh mendonorkan darahnya.
Kendati demikian, bukan berarti donor darah bisa dilakukan kapan saja dan sesering mungkin. Ada jeda waktu yang perlu diperhatikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengikuti pedoman donor darah penting untuk menjaga kesehatan dan memastikan kualitas darah yang baik.
Syarat-syarat donor darah yang umum di antaranya tanda vital normal seperti suhu tubuh, tekanan darah, dan detak jantung; kadar hemoglobin normal, minimum berusia 17 tahun; berat badan minimal 45 kg, sehat tanpa gejala penyakit; serta tidak ada riwayat penggunaan narkoba.
Selain itu, melansir Health, ada juga waktu yang dibutuhkan tubuh untuk dapat mengganti darah yang didonorkan dan komponen lainnya.
Masa tunggu juga membantu menghindari kekurangan zat besi. Studi menunjukkan, orang lebih sering mendonorkan darah daripada batas waktu yang ditentukan lebih berisiko mengalami kadar hemoglobin rendah dan kekurangan zat besi.
Berikut jeda waktu yang dibutuhkan untuk donor darah.
1. Donor darah utuh
Darah utuh adalah darah yang mengalir melalui pembuluh darah. Donor ini artinya memberikan sel darah merah, plasma, trombosit, dan sel darah putih.
Proses mendonorkan darah utuh biasanya berlangsung lebih cepat hanya sekitar satu jam.
Tapi, Anda hanya boleh mendonorkan darah utuh setiap 56 hari atau delapan minggu sekali. Angka ini kurang lebih sama dengan enam kali dalam setahun.
2. Trombosit
Ilustrasi. Ada jeda waktu yang perlu diperhatikan antara donor darah pertama dan selanjutnya. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Donor trombosit artinya hanya melibatkan donasi sel trombosit. Nama terakhir merupakan sel darah yang bertindak sebagai agen pembekuan atau untuk mencegah perdarahan.
Mesin donor nantinya akan mengumpulkan trombosit dari darah yang dikeluarkan, sementara sel darah merah akan dikembalikan kembali ke dalam tubuh. Proses ini umumnya memakan waktu sekitar tiga jam.
Anda hanya boleh mendonorkan trombosit setiap tujuh hari sekali hingga 24 kali dalam setahun.
3. Plasma
Selama proses donor ini, plasma darah akan dipisahkan dari bagian lainnya. Komponen lainnya lalu dikembalikan ke aliran darah.
Proses ini biasanya memakan waktu 1-2 jam.
Anda hanya boleh mendonasikan plasma darah setiap 28 hari atau empat minggu sekali, hingga 13 kali per tahun.
Dalam beberapa kasus, seseorang dianjurkan untuk memberikan jeda lebih lama antara donasi pertama dan selanjutnya. Beberapa hal dapat memengaruhi jeda waktu yang dibutuhkan.
Pertama adalah sakit. Jika Anda memiliki gejala penyakit tertentu, seperti demam atau batuk, maka lebih baik untuk menunggu hingga tubuh benar-benar pulih sebelum mendonorkan darah.
Kedua adalah perjalanan. Donor darah tidak dimungkinkan jika Anda baru bepergian ke negara-negara berisiko tinggi penyakit menular seperti malaria.
Ketiga adalah konsumsi obat-obatan. Tunda mendonorkan darah jika Anda sedang mengonsumsi anbiotik untuk mengobati infeksi. Anda jug tidak dapat memenuhi syarat donor darah jika mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti obat pengencer darah, perawatan jerawat, atau perawatan kanker.
Keempat adalah tato atau tindik. Tunggu untuk mendonorkan darah jika Anda baru membuat tato atau tindik dalam tiga bulan terakhir.
Kelima adalah operasi. Konsultasikan dengan ahli bedah atau tim medis untuk menentukan periode tunggu yang disarankan sebelum mendonorkan darah.
Keenam adalah kehamilan. Ibu hamil dilarang untuk mendonorkan darah. Tunggu setidaknya enam minggu setelah melahirkan untuk mendonorkan darah.
(asr)
Add
as a preferred source on Google

2 hours ago
3

















































