Jakarta, CNN Indonesia --
Pemerintah Ukraina memohon bantuan pertahanan udara dari Amerika Serikat (AS) dan negara sekutu usai Rusia meningkatkan intensitas serangan udara ke sejumlah wilayah Ukraina pada Senin (1/6) waktu setempat.
Dilansir AFP, permohonan ini diajukan langsung oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky kepada Presiden AS Donald Trump. Zelensky memohon bantuan untuk menjatuhkan serangan rudal Rusia.
Permohonan ini diajukan Kyiv usai intensitas serangan udara Rusia meningkat hingga memecahkan rekor berdasarkan analisis yang dilakukan pasukan udara Ukraina.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Serangan udara Rusia ke Ukraina meningkat hingga 24 persen dibandingkan bulan April. Pada bulan Mei, Kremlin melancarkan serangan 8.150 serangan drone jarak jauh.
Pada bulan itu juga Ukraina mengklaim Rusia melancarkan serangan rudal mematikan ke bangunan pemukiman di Kyiv. Ukraina mengklaim serangan tersebut menewaskan 2 orang.
Rekor terbaru serangan udara Rusia ini terjadi tak lama setelah gencatan senjata selama 3 hari pada bulan Mei lalu. Namun, kedua kubu saling tuding dan kembali saling serang.
Adapun kondisi pertahanan udara Ukraina saat ini masih sangat bergantung pada bantuan AS dan sekutu. Bantuan ini juga yang menopang keberhasilan Ukraina melakukan intersep terhadap 91 persen serangan udara Rusia.
Namun, kondisi pertahanan udara Ukraina semakin memburuk. Sejumlah pejabat Ukraina kerap memperingatkan bahwa stok rudal anti misil dan amunisi mereka semakin menipis.
Pertahanan udara Ukraina yang semakin memburuk ini tidak terlepas dari agresi AS terhadap Iran. Ini menyebabkan AS dan sekutu mengalihkan sebagian besar pertahanan mereka ke wilayah Iran dan sekitar untuk melindungi tempat strategis di teluk.
(ryn/mik)
Add
as a preferred source on Google

1 hour ago
1
















































