Spesifikasi Rudal Oreshnik yang Dipakai Rusia Gempur Ukraina

17 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Rusia kembali menggempur habis-habisan wilayah Ukraina menggunakan rudal Oreshnik, pada Minggu (24/5) malam waktu setempat. 

Kementerian Pertahanan Rusia dalam pernyataan resmi menyatakan serangan itu merupakan balasan, usai pasukan Ukraina menggempur fasilitas sipil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Angkatan Bersenjata Federasi Rusia melakukan serangan besar-besaran menggunakan rudal balistik Oreshnik, rudal balistik Iskander yang diluncurkan dari udara, rudal balistik hipersonik Kinzhal yang diluncurkan dari udara, dan rudal jelajah Tsirkon," demikian pernyataan Kemhan, dikutip Reuters.

Sebelumnya dilaporkan Ukraina dihujani berbagai misil dan drone pada awal Minggu yang menewaskan empat orang. Serangan ini terjadi usai Presiden Rusia Vladimir Putin mengancam bakal membalas serangan Ukraina ke wilayah yang sudah mereka duduki di timur Ukraina.

Spesifikasi rudal Oreshnik

Oreshnik merupakan rudal balistik jarak menengah yang memiliki jangkauan 3.000-5.500 kilometer. Putin pertama kali mempublikasikan rudal ini pada 21 November lalu, saat Rusia menguji rudal ini ke wilayah Dnipro, Ukraina.

Menurut para ahli, rudal Oreshnik punya banyak kesamaan dengan rudal lain yang sudah dikembangkan Rusia.

Sebagai rudal balistik jarak menengah, Oreshnik hanya akan mampu terbang sekitar 3.140 mil. Namun, jangkauan ini memungkinkan Oreshnik ditembak mencapai sebagian besar negara-negara Eropa.

"Sistem ini telah dikembangkan selama beberapa waktu," kata pakar nonproliferasi nuklir di Middlebury Institute for International Studies, Jeffrey Lewis.

Menurut pejabat Ukraina, Oreshnik bisa membawa enam hulu ledak yang masing-masing disertai enam subminisi. Hal ini terlihat dari serangan Oreshnik di Dnipro pada pekan lalu.

Senada, pakar militer Rusia, Anatoly Matviychuk, juga meyakini bahwa Oreshnik bisa membawa enam hingga delapan hulu ledak konvensional bahkan nuklir.

Rudal tersebut juga mampu melaju dengan kecepatan setidaknya Mach 5 atau lima kali kecepatan suara. Selain itu, Oreshnik bisa bermanuver di tengah penerbangan sehingga operasinya menjadi lebih sulit dilacak dan dicegat.

(isa/dna)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi