Jakarta, CNN Indonesia --
Sejumlah negara di Asia mulai menerapkan berbagai kebijakan tak biasa untuk menghadapi krisis bahan bakar minyak (BBM) akibat perang Amerika Serikat, Israel dan Iran yang telah berlangsung lebih dari tiga pekan.
Gangguan distribusi energi global, terutama karena tersendatnya jalur Selat Hormuz, memaksa banyak negara menghemat konsumsi, mengatur mobilitas, hingga memberi bantuan langsung kepada masyarakat.
Berikut langkah-langkah yang ditempuh sejumlah negara yang dirangkum dari berbagai sumber.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Korea Selatan: Kampanye hemat energi dan dorong anggaran darurat
Melansir dari CNN, Presiden Lee Jae Myung mengajak masyarakat menjalankan penghematan energi secara nasional. Pemerintah juga membatasi penggunaan kendaraan operasional di instansi publik.
Selain itu, pemerintah mendorong percepatan anggaran tambahan untuk membantu warga yang terdampak lonjakan harga energi.
2. Jepang: lepas cadangan minyak nasional
Pemerintah Jepang mulai melepas cadangan minyak strategis sejak pertengahan Maret dan akan dilanjutkan secara bertahap.
Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas pasokan energi, mengingat Jepang sangat bergantung pada impor minyak dari kawasan Teluk.
3. China: intervensi harga dan jaga stabilitas pasar
China mengambil langkah yang langka dengan mengintervensi mekanisme harga BBM domestik. Pemerintah menaikkan batas harga bensin dan solar, namun tetap membatasi kenaikan agar tidak terlalu membebani masyarakat. Kebijakan ini disebut untuk meredam dampak lonjakan harga global.
4. Sri Lanka: terapkan pekan kerja 4 hari
Sri Lanka menetapkan hari Rabu sebagai hari libur bagi instansi pemerintah, termasuk sekolah dan universitas. Kebijakan ini bertujuan mengurangi konsumsi energi dan menjaga layanan publik tetap berjalan di tengah krisis.
5. Pakistan: WFH, sekolah tutup, dan pembatasan operasional
Mengutip dari Times of India, pemerintah Pakistan menerapkan pekan kerja empat hari, menutup sekolah, serta memberlakukan kebijakan bekerja dari rumah hingga 50 persen. Selain itu, alokasi BBM untuk instansi juga dipangkas guna menekan konsumsi.
6. India: ubah pola konsumsi dan dorong energi alternatif
Sejumlah perusahaan di India mulai menerapkan kebijakan work from home serta mengurangi layanan kantin akibat keterbatasan energi.
Di sisi lain, penggunaan kendaraan listrik dan energi alternatif mulai didorong untuk mengurangi ketergantungan pada BBM.
7. Thailand: kurangi AC dan ubah pola kerja
Pemerintah Thailand mendorong pegawai menggunakan pakaian kasual seperti kaus untuk mengurangi penggunaan pendingin ruangan.
Suhu AC di kantor juga diatur lebih tinggi, penggunaan lift dibatasi, dan carpooling dianjurkan untuk menghemat energi, seperti yang dilansir World Economic Forum (WEF).
8. Myanmar: sistem ganjil-genap kendaraan
Myanmar menerapkan pembatasan kendaraan dengan sistem pelat nomor ganjil-genap. Langkah ini diambil untuk menekan konsumsi BBM, kecuali bagi kendaraan listrik yang tetap diperbolehkan beroperasi setiap hari.
9. Bangladesh: libur panjang dan penghematan listrik
Bangladesh menutup universitas lebih awal menjelang Idulfitri untuk mengurangi konsumsi energi. Langkah ini diharapkan dapat menekan beban listrik nasional yang sebagian besar bergantung pada minyak dan gas.
10. Filipina dan Vietnam: WFH dan pembatasan mobilitas
Filipina menerapkan pekan kerja empat hari untuk pegawai pemerintah serta mendorong kerja jarak jauh di sektor swasta. Sementara Vietnam mengimbau perusahaan mengadopsi work from home, menggunakan transportasi publik, serta mengurangi perjalanan non-esensial.
11. Selandia Baru: subsidi tunai
Pemerintah Selandia Baru memberikan bantuan sekitar US$50 per minggu kepada lebih dari 140 ribu keluarga berpenghasilan rendah hingga menengah. Subsidi ini ditujukan untuk meredam tekanan biaya hidup akibat kenaikan harga BBM.
12. Indonesia: wacana WFA untuk tekan konsumsi BBM
Pemerintah Indonesia tengah mengkaji kebijakan work from anywhere (WFA) sebagai salah satu langkah untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di tengah tekanan harga energi global.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai kebijakan WFA, terutama setelah periode libur panjang Lebaran, berpotensi mengurangi mobilitas masyarakat sehingga dapat menekan penggunaan BBM.
Kebijakan ini masih dalam tahap pembahasan dan akan difokuskan pada sektor-sektor tertentu yang memungkinkan penerapan kerja fleksibel tanpa mengganggu layanan publik maupun aktivitas ekonomi utama.
Krisis energi akibat perang Iran ini menunjukkan tingginya ketergantungan Asia terhadap impor minyak dan gas.
(anm/ins)
Add
as a preferred source on Google

11 hours ago
4

















































