Tiga Langkah Menggunakan Circle to Search Untuk Mengenali lagu di Android

6 hours ago 2

Selular.ID – Google memperluas fungsi fitur Circle to Search di Android dengan kemampuan mengenali lagu langsung dari layar ponsel tanpa perlu membuka aplikasi terpisah.

Fitur ini memungkinkan pengguna mencari informasi musik yang sedang diputar di media sosial, video, aplikasi streaming, maupun lingkungan sekitar hanya melalui gesture sederhana di perangkat Android.

Laporan Android Central menyebutkan bahwa fitur pengenal lagu tersebut kini menjadi salah satu fungsi tambahan paling praktis dari Circle to Search.

Teknologi pencarian berbasis AI milik Google yang sebelumnya lebih dikenal untuk identifikasi objek, teks, atau terjemahan secara instan di layar.

Integrasi ini memperkuat strategi Google dalam menghadirkan pengalaman pencarian kontekstual langsung di sistem operasi Android.

Circle to Search pertama kali diperkenalkan Google bersama Samsung pada awal 2024 melalui seri Galaxy S24.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Seiring pengembangannya, fitur tersebut kini tersedia di lebih banyak perangkat Android premium dan menengah dari berbagai merek.

Pengguna cukup menekan dan menahan tombol navigasi atau home gesture untuk memanggil fitur pencarian tanpa keluar dari aplikasi yang sedang digunakan.

Kemampuan identifikasi lagu di Circle to Search bekerja dengan memanfaatkan teknologi pengenalan audio Google yang sebelumnya sudah hadir di Google Assistant dan aplikasi Google Search.

Sistem akan mendeteksi potongan audio yang sedang diputar, kemudian mencocokkannya dengan basis data musik milik Google untuk menampilkan judul lagu, artis, hingga tautan layanan streaming terkait.

Ada tiga cara utama menggunakan Circle to Search untuk mengenali lagu di Android. Cara pertama adalah mengenali lagu yang sedang diputar dari aplikasi lain seperti TikTok, Instagram Reels, YouTube Shorts, maupun platform video lain.

Pengguna cukup mengaktifkan Circle to Search saat audio berjalan, lalu memilih opsi pencarian musik yang muncul di layar.

Cara kedua adalah mengenali lagu dari sumber eksternal, misalnya musik yang diputar di kafe, kendaraan, radio, atau televisi.

Fitur akan memanfaatkan mikrofon perangkat untuk menangkap suara sekitar sebelum melakukan proses identifikasi audio secara real-time.

Sementara cara ketiga adalah mengenali lagu melalui dengungan atau humming pengguna. Metode ini serupa dengan fitur “Hum to Search” milik Google yang sudah diperkenalkan beberapa tahun lalu.

Pengguna cukup mendengungkan melodi lagu, lalu sistem AI Google akan mencoba menemukan kecocokan paling relevan berdasarkan pola nada.

Google belum mengumumkan daftar lengkap perangkat yang mendukung seluruh kemampuan terbaru Circle to Search tersebut.

Namun sejumlah ponsel Android terbaru dari Samsung, Google Pixel, Xiaomi, Honor, hingga beberapa merek lain mulai mendapatkan pembaruan fitur secara bertahap melalui update sistem maupun aplikasi Google.

Kehadiran identifikasi lagu langsung dari Circle to Search menunjukkan arah pengembangan Android yang semakin mengandalkan AI kontekstual di tingkat sistem operasi.

Google tidak lagi menempatkan pencarian sebagai aktivitas terpisah melalui browser atau aplikasi khusus, melainkan sebagai fitur bawaan yang dapat dipanggil kapan saja dari layar aktif pengguna.

Di sisi lain, integrasi fungsi pengenalan lagu juga memperkuat persaingan Google dengan layanan identifikasi musik lain seperti Shazam milik Apple.

Bedanya, Google menggabungkan pencarian visual, teks, terjemahan, hingga audio dalam satu antarmuka terpadu di Android.

Perkembangan ini muncul di tengah meningkatnya adopsi AI on-device pada smartphone Android generasi terbaru.

Sejumlah vendor kini mulai menempatkan fitur AI sebagai nilai jual utama perangkat, mulai dari pengolahan gambar, asisten personal, hingga pencarian multimodal yang menggabungkan teks, gambar, dan suara dalam satu proses pencarian.

Google sendiri terus memperluas fungsi Circle to Search sejak debut awalnya. Selain identifikasi lagu, fitur ini kini juga mendukung ringkasan teks berbasis AI, terjemahan instan, bantuan pengerjaan tugas sekolah, hingga pencarian objek visual secara langsung tanpa perlu berpindah aplikasi.

Baca Juga:Google Integrasikan Circle to Search dengan Terjemahan Gboard

Dengan integrasi yang semakin luas di Android, Circle to Search diperkirakan akan menjadi salah satu fitur AI inti dalam ekosistem Google ke depan.

Terutama untuk mendukung pengalaman pencarian yang lebih cepat dan minim perpindahan aplikasi.

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi