Traveloka Ungkap Lonjakan Pemesanan di Tanggal Kembar

3 hours ago 3

Selular.ID – Traveloka mengungkap perubahan perilaku wisatawan Indonesia yang kini semakin memanfaatkan momen tanggal kembar sebagai acuan utama dalam merencanakan dan memesan perjalanan.

Berdasarkan data internal Traveloka sepanjang Maret hingga Desember 2025, aktivitas kunjungan meningkat lebih dari 20% dan transaksi naik hampir 25% pada periode tanggal kembar seperti 1.1, 2.2, 3.3, 11.11, dan 12.12 dibandingkan hari biasa.

Traveloka, sebagai platform teknologi perjalanan di Asia Tenggara, mencatat bahwa fenomena ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di pasar regional seperti Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Di Indonesia sendiri, dampaknya lebih signifikan pada kuartal akhir tahun, khususnya periode Oktober hingga Desember, ketika kampanye tanggal kembar mendorong pertumbuhan nilai transaksi hingga sekitar 40%.

Head of Marketing Traveloka, Alex Jung, menjelaskan bahwa perubahan ini mencerminkan pergeseran pola perencanaan perjalanan pengguna yang semakin terpengaruh oleh momentum kalender.

“Pengguna kami menunjukkan kecenderungan merencanakan perjalanan di sekitar tanggal kembar. Dengan menyesuaikan strategi dan kalender pemasaran, Traveloka berupaya menghadirkan nilai tambah sekaligus menjawab kebutuhan tersebut,” ujar Alex dalam keterangan resminya, 30 April 2026.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Perubahan perilaku ini menunjukkan bahwa tanggal kembar tidak lagi sekadar momen promosi e-commerce, tetapi telah berkembang menjadi “planning window” baru dalam industri perjalanan.

Wisatawan memanfaatkan periode tersebut untuk mengamankan harga terbaik, baik untuk tiket transportasi, akomodasi, maupun aktivitas wisata.

Hal ini juga didorong oleh meningkatnya literasi digital serta kemudahan akses platform pemesanan berbasis aplikasi.

Dari sisi destinasi, Traveloka mencatat bahwa perjalanan domestik masih mendominasi preferensi wisatawan Indonesia. Kota-kota seperti Jakarta, Surabaya, Bali, Makassar, dan Medan menjadi tujuan utama, mencerminkan tingginya minat terhadap perjalanan jarak dekat yang fleksibel.

Di sisi lain, destinasi internasional regional seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Jepang, dan China tetap menjadi pilihan populer, terutama bagi wisatawan yang mencari perjalanan praktis dengan durasi relatif singkat.

Merespons tren tersebut, Traveloka menghadirkan kampanye 5.5 EPIC Sale yang berlangsung pada 4 hingga 8 Mei 2026.

Kampanye ini dirancang untuk memfasilitasi pengguna dalam merencanakan perjalanan dengan lebih mudah sekaligus memberikan nilai ekonomis melalui berbagai penawaran yang disesuaikan dengan periode tanggal kembar.

Dalam program ini, Traveloka menawarkan berbagai promo, termasuk diskon hingga 55% dan kupon hingga 80% untuk tiket pesawat internasional dalam periode Flash Sale harian pukul 11.00–12.00 WIB serta EPIC Night Sale pada 5 Mei pukul 00.00–01.00 WIB.

Selain itu, tersedia juga promo hotel bintang lima dengan harga mulai Rp555.000 per malam dalam sesi Flash Sale pukul 19.00–20.00 WIB, serta diskon hingga 80% untuk produk Xperience yang mencakup tiket atraksi dan aktivitas wisata.

Traveloka juga menghadirkan cashback instan hingga Rp555.000 serta voucher diskon bank hingga Rp5 juta untuk berbagai produk perjalanan.

Penawaran ini dirancang untuk menjangkau berbagai kebutuhan pengguna, mulai dari perjalanan spontan akhir pekan hingga perencanaan liburan jangka panjang.

Secara industri, tren pemanfaatan tanggal kembar sebagai momentum perencanaan perjalanan mencerminkan konvergensi antara sektor e-commerce dan travel tech.

Strategi promosi berbasis kalender terbukti mampu mendorong permintaan sekaligus mengoptimalkan konversi transaksi di platform digital.

Traveloka menyatakan akan terus menyesuaikan strategi pemasaran dan pengembangan produk berdasarkan perilaku pengguna yang semakin dinamis.

Dengan memanfaatkan momentum tanggal kembar, perusahaan berupaya memperkuat posisinya sebagai platform yang tidak hanya menyediakan layanan pemesanan, tetapi juga menjadi bagian dari proses perencanaan perjalanan pengguna di Asia Tenggara.

Perubahan pola ini menunjukkan bahwa digitalisasi tidak hanya memengaruhi cara pengguna memesan layanan, tetapi juga cara mereka menentukan waktu dan strategi perjalanan, seiring semakin terintegrasinya teknologi dalam aktivitas sehari-hari.

Baca Juga: 36 Aplikasi Seperti Lazada hingga Traveloka Terancam Kena Blokir

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi