Trump Ancam Getok Eropa Tarif Tinggi Jika Tak Juga Teken Deal Dagang

2 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif yang jauh lebih tinggi terhadap Uni Eropa jika tidak juga meratifikasi perjanjian dagang.

Ancaman itu diberlakukan jika blok beranggotakan 27 negara itu juga merampungkan deal dagang pada tenggat waktu 4 Juli, yang bertepatan dengan Hari Kemerdekaan AS.

Dalam unggahan di Truth Social kemarin, Trump menetapkan tenggat baru kesepakatan perdagangan setelah melakukan 'panggilan telepon yang hebat' dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya telah menunggu dengan sabar agar Uni Eropa memenuhi bagian mereka dalam Kesepakatan Dagang Bersejarah yang kami sepakati di Turnberry, Skotlandia, kesepakatan dagang terbesar sepanjang sejarah! Ada janji bahwa Uni Eropa akan menjalankan bagian mereka, dan sesuai perjanjian, memangkas tarif mereka menjadi NOL!" kata Trump dalam akun Truth Social, Jumat (8/5).

"Saya setuju memberi Uni Eropa waktu hingga ulang tahun ke-250 negara kami, atau sayangnya tarif mereka akan langsung melonjak ke level yang jauh lebih tinggi," imbuhnya.

Trump mengklaim dalam percakapan itu, AS dan Uni Eropa juga sepakat Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.

Percakapan telepon dengan von der Leyen berlangsung tak lama setelah Trump berjanji menaikkan tarif mobil dan truk impor dari Uni Eropa menjadi 25 persen, dengan menuduh blok tersebut tidak mematuhi syarat kesepakatan yang dicapai di lapangan golf miliknya di Skotlandia pada Juli 2025.

Namun, belum jelas apakah ancaman terbaru Trump mengisyaratkan tarif tersebut akan berlaku untuk seluruh barang Uni Eropa atau hanya untuk kendaraan.

Sementara itu, von der Leyen mengatakan Uni Eropa tetap sepenuhnya berkomitmen untuk menjalankan kesepakatan dagang dengan AS tersebut. Menurutnya, kemajuan yang baik sedang dicapai menuju pengurangan tarif pada awal Juli.

Beberapa jam setelah ancaman dagang Trump terhadap Uni Eropa, pengadilan perdagangan AS memutuskan tarif global 10 persen yang diberlakukan Trump tidak dibenarkan menurut hukum AS.

Putusan itu menjadi pukulan baru bagi kebijakan perdagangan pemerintahan Trump, setelah Mahkamah Agung pada awal tahun ini juga menganulir kebijakan tarif resiprokal AS kepada para negara mitra.

Kepala negosiator perdagangan Parlemen Eropa Bernd Lange mengatakan pihaknya telah membuat kemajuan yang baik untuk menyelesaikan deal dagang yang bakal memangkas tarif terhadap produk AS menjadi nol.

Para negosiator perdagangan dijadwalkan kembali bertemu pada 10 Mei untuk putaran pembicaraan berikutnya.

Kepada Bloomberg awal pekan ini, Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer menyebut pihaknya berharap Uni Eropa tetap menjalankan bagiannya dari kesepakatan yang disepakati pada Juli tahun lalu.

[Gambas:Video CNN]

(pta)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi