Trump soal Serangan Baru AS ke Iran: Itu Hanyalah 'Love Tap'

9 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Donald Trump mengatakan rentetan serangan baru Amerika Serikat terhadap Iran pada Kamis (7/5) hanyalah sebuah peringatan kecil atau love tap (tanda cinta).

Serangan AS itu diluncurkan sebagai balasan setelah Iran menargetkan kapal perusak AS di Selat Hormuz. Meski begitu, Trump menegaskan bahwa gencatan senjata antara AS dan Iran sejak 8 April lalu masih tetap berlaku terlepas dari aksi saling serang ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu hanya love tap (peringatan kecil)," kata Trump kepada Rachel Scott dari ABC News saat ditanya mengenai serangan tersebut.

Ketika ditanya apakah aksi saling serang itu berarti gencatan senjata yang dimulai sebulan lalu telah berakhir, Trump menjawab, "Tidak, tidak, gencatan senjata masih berjalan. Masih berlaku."

Trump kemudian kembali menegaskan ancamannya terhadap Iran agar menyetujui kesepakatan untuk memulai kembali perundingan guna mengakhiri perang, atau menghadapi serangan lagi.

"Seperti kami kembali menghajar mereka hari ini, kami akan menghajar mereka jauh lebih keras dan jauh lebih brutal di masa mendatang jika mereka tidak segera menandatangani kesepakatan mereka!" tulis Trump di platform media sosialnya, Truth Social.

Sementara itu, Komando Pusat AS (CENTCOM) sebelumnya mengatakan pihaknya melancarkan serangan "untuk membela diri" terhadap target-target Iran setelah Iran menembaki kapal perusak AS yang melintas di Selat Hormuz.

"Pasukan AS mencegat serangan Iran yang tidak diprovokasi dan merespons dengan serangan untuk membela diri ketika kapal perusak berpeluru kendali Angkatan Laut AS melintasi Selat Hormuz menuju Teluk Oman," kata CENTCOM dalam sebuah pernyataan.

CENTCOM mengeklaim tidak ada aset AS yang terkena serangan.

CENTCOM mengatakan USS Truxtun, USS Rafael Peralta, dan USS Mason sedang melintasi selat tersebut pada Kamis ketika pasukan Iran "meluncurkan sejumlah rudal, drone, dan kapal kecil".

Sebagai balasan, pasukan AS menargetkan "fasilitas militer Iran yang bertanggung jawab atas serangan terhadap pasukan AS, termasuk lokasi peluncuran rudal dan drone, pusat komando dan kendali, serta titik intelijen, pengawasan, dan pengintaian", kata CENTCOM.

Namun, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memberikan versi berbeda. Dalam pernyataannya, IRGC mengatakan mereka menargetkan kapal perang AS sebagai balasan atas serangan AS terhadap sebuah kapal tanker minyak Iran yang menuju selat tersebut dan wilayah sipil di sepanjang pantai Iran.

IRGC juga mengklaim telah menghantam kapal-kapal perang tersebut dan "menimbulkan kerusakan besar", klaim yang dibantah oleh CENTCOM.

(rds)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi