Jakarta, CNN Indonesia --
KAI Commuter mengungkap layanan perjalanan Commuter Line Cikarang mulai berangsur normal setelah sempat lumpuh akibat insiden tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line pada Senin (27/4). Jumlah penumpang di stasiun juga terus meningkat.
VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengatakan proses normalisasi jalur rel terus berjalan dan menunjukkan perkembangan positif. Layanan naik-turun penumpang di stasiun tersebut sudah kembali melayani pengguna sejak uji coba perjalanan KRL pada Rabu siang (29/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun demikian, pihak KAI masih membatasi kecepatan seluruh perjalanan kereta di lokasi tersebut. Meski begitu, aktivitas stasiun dan pergerakan pengguna Commuter Line berjalan normal.
"Volume pengguna di Stasiun Bekasi Timur juga berangsur normal kembali dan bahkan terus bertambah setelah stasiun ini kembali melayani naik-turun pengguna," kata Karina dalam keterangan tertulisnya, Minggu (3/5).
Merujuk data KAI Commuter, pada Rabu (29/4) sejak pukul 14.00 WIB hingga jadwal terakhir, volume pengguna di Stasiun Bekasi Timur mencapai 5.266 orang yang naik dan 2.820 orang yang turun.
Sedangkan pada Kamis (30/4), tercatat sebanyak 8.188 orang yang naik dan 9.268 orang yang turun di stasiun ini.
"Sementara itu, pada awal libur panjang ini, tercatat volume pengguna hari Jumat (1/5) sudah menyentuh angka 14 ribu. Sebanyak 6.590 orang yang naik dan 7.527 orang yang turun," ujar Karina menambahkan.
"Pada Sabtu kemarin (2/5), volume pengguna yang naik sebanyak 8.412 orang dan 9.275 orang yang turun di Stasiun Bekasi Timur," lanjut dia.
Kondisi operasional perjalanan Commuter Line Cikarang juga terus membaik. Mulai Kamis kemarin jumlah layanan perjalanan Commuter Line Cikarang kembali normal dengan mengoperasikan sebanyak 281 perjalanan di lintas Cikarang setiap harinya. Di sisi ketepatan waktu perjalanan juga terus membaik.
Keterlambatan perjalanan juga terus berkurang. Pada Kamis (30/4), rata-rata keterlambatan keberangkatan adalah 25 menit, dan pada Jumat (1/5) berkurang menjadi 15 menit.
Kemudian, pada Sabtu (2/5) kemarin, rata-rata keterlambatan keberangkatan perjalanan Commuter Line Cikarang kembali berkurang hingga 9-10 menit seiring terus dilakukannya proses normalisasi jalur rel.
"Tren ini menunjukkan normalisasi mobilitas masyarakat yang mengandalkan Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur," jelas Karina.
"Apalagi, keberadaan Commuter Line sudah menjadi kebutuhan untuk mobilitas masyarakat dengan berbagai kepentingannya. Terutama untuk bekerja," lanjut dia.
KAI Commuter kembali menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi serta mengapresiasi kesabaran para pengguna selama masa evakuasi dan recovery. KAI juga mengimbau penumpang untuk tidak memaksakan diri masuk ke dalam kereta yang sudah penuh.
(dmi/dmi)
Add
as a preferred source on Google

5 hours ago
1

















































