Makassar, CNN Indonesia --
Viral seorang dukun di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan aksi pengobatan dengan gerakan menyerupai salat sambil membaca mantra.
Dalam dukun abal-abal bernama Risal berdiri di depan baskom berisi air lalu meniru gerakan salam ke kanan dan kiri sambil terus membaca mantra. Setelah itu, dia mengangkat tangannya yang menyerupai takbir dan melakukan gerakan seperti rukuk.
Kasat Reskrim Polres Sinjai, Iptu Adi Asrul, mengatakan pihaknya akan berencana memanggil Risal untuk dimintai keterangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami akan melakukan monitoring dan pengawasan terkait video viral itu dan menjadwalkan pemeriksaan yang bersangkutan," kata Adi, Senin (30/3).
Adi menerangkan bahwa kejadian video viral tersebut di Desa Era Baru yang telah terjadi beberapa hari lalu.
"Tapi, untuk memastikan kejadiannya itu, saya undang yang bersangkutan. Saya sudah komunikasi dan minta bikin video klarifikasi soal video itu," ungkapnya.
Selain itu, Risal disebut mengajarkan mantra kepada ibu-ibu agar bisa mengatasi tulang ikan yang tersangkut di tenggorokan. Tapi, isi mantranya dinilai tidak pantas, karena penyebutannya menggunakan alat kelamin dalam bahasa Bugis yang disesuaikan untuk laki-laki dan perempuan.
MUI dan dukun Risal bertemu
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sinjai menilai praktik pengobatan Risal berpotensi menyesatkan masyarakat.
"Mencampurkan kalimat mulia dengan kata-kata yang tidak pantas itu kan mencederai nilai-nilai prinsip agama. Dalam hal ini agama memiliki aturan yang jelas terkait adab dan tata cara berdoa," kata Ketua I MUI Sinjai, Fadhlullah Marzuki.
Fadhlullah menuturkan bahwa pihaknya telah bertemu dengan Risal. MUI mengklaim Risal sudah menyampaikan permohonan maaf atas video praktik pengobatan alternatif yang diduga menyesatkan masyarakat.
"Saya telah bertemu Risal dan telah meminta maaf ke publik. Allah saja bisa memaafkan, apalagi kita sesama manusia, kita mengambil hikmah bahwa siapapun bisa berbuat salah dan khilaf," ungkapnya.
MUI mengingatkan masyarakat Sinjai untuk lebih berhati-hati dalam memilih metode pengobatan alternatif.
"Kami bukan berarti menghalang-halangi mata pencaharian orang, namun kami sangat sayangkan caranya. Kami mengingatkan pentingnya menjaga adab dalam penggunaan doa, terutama ketika disampaikan kepada masyarakat luas," jelasnya.
Sementara itu, Risal mengakui kesalahannya dan meminta maaf atas video praktik pengobatan alternatifnya yang diduga menyesatkan masyarakat.
"Saya memohon maaf atas video saya yang viral. Saya pribadi tidak mengulangi lagi," kata Rizal dalam video permohonan maaf.
(mir/dal)
Add
as a preferred source on Google

3 hours ago
2















































