XLSmart Garap Pasar Enterprise yang Masih Sepi Pemain lewat Skema Baru

13 hours ago 8

Selular.ID – XL Smart menyebut segmen pelanggan enterprise sebagai pasar yang masih luas dan belum banyak digarap, sekaligus mengakui bahwa layanan bagi korporasi menuntut model bisnis yang berbeda dari pelanggan ritel.

Shurish Subbramaniam, Direktur dan Chief Technology Officer (CTO) XL Smart, menuturkan hampir seluruh perusahaan di berbagai sektor industri memiliki kebutuhan untuk berinvestasi pada teknologi guna mendukung operasional mereka.

Namun, banyak di antaranya masih ragu apakah investasi tersebut akan benar-benar berdampak pada peningkatan produktivitas maupun pendapatan. Kondisi ini yang mendorong XL Smart mengubah pendekatan bisnisnya ketika melayani pelanggan korporasi.

“Terus terang, enterprise ini ibarat blue ocean. Semua perusahaan punya kebutuhan berinvestasi di teknologi, tapi mereka masih ragu apakah investasi tersebut benar-benar akan meningkatkan produktivitas atau pendapatan mereka. Jadi model bisnisnya pun harus berubah,” ujar Shurish, dalam Bincang Eksekutif Selular.

Beda dari Ritel, XL Smart Harus Buktikan Hasil Lebih Dulu
Shurish menjelaskan, perbedaan mendasar antara layanan ritel dan enterprise terletak pada proses sebelum pelanggan berkomitmen menggunakan layanan.

Pada segmen ritel, pelanggan umumnya dapat langsung memasang atau berlangganan suatu layanan begitu tertarik dengan penawaran yang tersedia.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Sementara pada segmen enterprise, XL Smart kerap perlu berinvestasi lebih dulu untuk menunjukkan bukti nyata atau proof of concept sebelum perusahaan calon pelanggan bersedia berlangganan.

“Kami sering kali harus berinvestasi terlebih dahulu untuk menunjukkan bukti nyata bahwa teknologi ini bisa meningkatkan efisiensi dan produktivitas mereka, baru setelah itu mereka bersedia berlangganan. Jadi berbeda dengan model bisnis biasa di mana pelanggan langsung memasang layanan, di enterprise kami harus mendemonstrasikan hasilnya lebih dulu, baru mereka berkomitmen,” kata Shurish.

Pendekatan pembuktian di muka ini menjadi konsekuensi dari karakteristik pelanggan korporasi yang umumnya memiliki proses pengambilan keputusan lebih panjang dan melibatkan pertimbangan kembalian investasi (return on investment) yang lebih ketat dibandingkan pelanggan individual.

Skema tersebut sekaligus menuntut XL Smart menyiapkan sumber daya teknis dan tim khusus untuk merancang proyek percontohan sesuai kebutuhan tiap perusahaan sebelum masuk ke tahap komersialisasi.

Model Layanan Disesuaikan dengan Sektor Industri
Setelah tahap pembuktian konsep berhasil menunjukkan hasil yang diharapkan, XL Smart menawarkan skema langganan yang disebut model as a service.

Dalam skema ini, perusahaan dapat memilih model layanan yang disesuaikan dengan karakteristik sektor industri masing-masing.

Shurish mencontohkan, XL Smart menyiapkan model layanan tersendiri untuk sektor kelapa sawit dan model lain untuk sektor pertambangan, mengingat kebutuhan teknologi di kedua sektor tersebut berbeda.

“Kami menyebutnya model as a service, perusahaan tinggal memilih model yang sesuai dengan sektor industri mereka, misalnya untuk sektor kelapa sawit ada model tertentu, untuk sektor pertambangan ada model lain. Ini menjadi peluang bisnis baru bagi enterprise,” ujar Shurish.

Dengan skema layanan yang dipetakan berdasarkan sektor, XL Smart memposisikan pendekatan as a service sebagai peluang bisnis baru di luar model penjualan konektivitas konvensional.

Skema ini juga menjadi salah satu cara perusahaan merespons kebutuhan korporasi di Indonesia yang menempatkan produktivitas dan efisiensi operasional sebagai perhatian utama dalam adopsi teknologi digital.

Sejauh ini, XL Smart belum merinci lebih lanjut jumlah sektor industri maupun jumlah perusahaan yang telah menerapkan skema as a service tersebut.

Baca Juga:ZTE dan XLSmart Perkuat Kolaborasi AI, 5G, dan FWA

Perkembangan lebih lanjut mengenai cakupan model bisnis ini akan bergantung pada pernyataan resmi XL Smart pada kesempatan berikutnya.

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi