XLSMART Percepat Registrasi Biometrik dan Adopsi eSIM

6 hours ago 7

Selular.ID – XLSMART pada 4 Maret 2026 di Jakarta mempercepat digitalisasi layanan melalui implementasi registrasi kartu SIM berbasis biometrik wajah dan penguatan adopsi eSIM.

Inisiatif ini diarahkan untuk menghadirkan standar baru keamanan dan kenyamanan pelanggan, sekaligus memastikan validasi identitas terhubung langsung dengan basis data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

Direktur & Chief Regulatory XLSMART, Merza Fachys, menyatakan bahwa implementasi verifikasi biometrik merupakan komitmen nyata perusahaan dalam meningkatkan standar keamanan data pelanggan.

Ia menjelaskan, validasi dilakukan secara langsung ke database Dukcapil guna memastikan setiap identitas pelanggan sah dan terlindungi dari potensi penyalahgunaan.

Menurutnya, teknologi pengenalan wajah berbasis kecerdasan buatan dengan fitur liveness detection membantu memastikan proses registrasi dilakukan oleh individu yang benar dan bukan hasil rekayasa visual.

Registrasi berbasis biometrik wajah memanfaatkan sistem face recognition yang dipadukan dengan liveness detection, yaitu teknologi untuk mendeteksi keaslian wajah secara real time guna mencegah spoofing atau pemalsuan identitas menggunakan foto maupun video.

Mekanisme ini menjadi bagian dari proses Know Your Customer (KYC) yang lebih cepat dan terotomatisasi.

Untuk menjangkau pelanggan secara luas, XLSMART menyediakan layanan registrasi biometrik di 143 titik layanan fisik yang terdiri dari 94 XL Center dan 51 Galeri Smartfren di berbagai wilayah Indonesia.

Layanan difokuskan pada wilayah dengan densitas pelanggan tinggi seperti Jabodetabek, Jawa Timur, dan Sumatera. Selain gerai fisik, pelanggan dapat melakukan registrasi mandiri melalui situs resmi XL, AXIS, dan Smartfren, serta aplikasi myXL, AXISNET, dan mySF.

Perusahaan menyebut, dari sisi keamanan, teknologi biometrik wajah mampu menekan kemungkinan identitas ganda lebih dari 80 persen dan meningkatkan efisiensi pengelolaan penipuan hingga 20–30 persen berdasarkan studi GSMA.

Tingkat akurasi sistem pengenalan wajah modern juga dilaporkan mencapai 95–99 persen merujuk pada pengujian National Institute of Standards and Technology (NIST), lembaga standar teknologi di bawah Departemen Perdagangan Amerika Serikat.

XLSMART menegaskan penerapan prinsip security by design dan data minimization dalam sistemnya.

Data biometrik pelanggan tidak disimpan oleh perusahaan, melainkan diteruskan secara aman ke sistem Dukcapil untuk proses validasi dan tidak disimpan setelah verifikasi selesai.

Sistem keamanan perusahaan juga disebut telah memenuhi standar internasional ISO 27001 untuk manajemen keamanan informasi, ISO 27701 untuk perlindungan data pribadi, serta lulus uji Presentation Attack Detection ISO 30107-3 dengan tingkat kecocokan data ke Dukcapil di atas 95 persen.

Dari sisi pengalaman pengguna, proses registrasi yang sebelumnya memerlukan waktu sekitar 5–7 menit kini dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari satu menit melalui proses otomatis.

Pelanggan cukup memasukkan nomor kartu dan NIK, kemudian melakukan swafoto sesuai panduan sistem. Validasi dilakukan secara langsung dan notifikasi keberhasilan aktivasi akan muncul jika data sesuai.

Implementasi ini telah melalui tahap uji coba sejak September 2025 melalui gerai fisik dan kanal digital. Dengan fase pilot tersebut, XLSMART menyatakan sistem yang kini diterapkan telah teruji secara operasional sebelum diperluas secara nasional.

Sejalan dengan penguatan keamanan registrasi, adopsi eSIM di lingkungan XLSMART juga menunjukkan pertumbuhan. Perusahaan mencatat jumlah pengguna eSIM telah melampaui 1,6 juta pelanggan.

Integrasi registrasi biometrik pada aktivasi eSIM dirancang untuk meminimalkan hambatan teknis sekaligus memastikan tingkat keamanan yang setara antara kartu fisik dan kartu digital.

Digitalisasi registrasi SIM dan percepatan adopsi eSIM menjadi bagian dari strategi XLSMART dalam membangun ekosistem telekomunikasi yang lebih aman dan efisien.

Dengan sistem verifikasi terintegrasi dan kanal digital yang diperluas, perusahaan menargetkan peningkatan kepercayaan pelanggan sekaligus mendukung kesiapan infrastruktur layanan seluler dalam menghadapi pertumbuhan kebutuhan konektivitas digital di Indonesia.

Baca Juga: Ada Registrasi Biometrik Seharusnya Gugurkan Aturan 1 NIK Maksimal 3 Nomor SIM

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi