Jakarta -
Pertama kalinya dalam sejarah modern, deretan ahli waris perempuan akan membentuk masa depan monarki di Eropa.
Mereka bukan sekadar simbol, tetapi sudah dipersiapkan secara serius sebagai calon ratu yang akan memimpin kerajaan masing-masing.
Berikut lima sosok yang digadang-gadang menjadi wajah baru monarki Eropa:
1. Catharina-Amalia - Ahli waris Takhta Belanda
Putri Catharina Amalia/ Foto: dok. Instagram
Catharina-Amalia adalah putri sulung dari Willem-Alexander dan Máxima. Ia menyandang gelar Putri Mahkota Kerajaan Belanda.
Menariknya, Belanda memiliki tradisi panjang kepemimpinan ratu sejak 1890, termasuk era Ratu Wilhelmina, Juliana, dan Beatrix. Jika naik takhta, Catharina-Amalia akan melanjutkan warisan kepemimpinan perempuan yang kuat di negara tersebut.
2. Elisabeth - Calon Ratu Belgia
Putri Elisabeth dari Belgia/ Foto: Instagram @belgianroyalpalace
Putri Elisabeth merupakan putri sulung dari Philippe dan Mathilde. Berusia 25 tahun, ia menjadi pewaris takhta pertama Belgia yang mendapatkan hak suksesi penuh berkat perubahan aturan kerajaan yang menghapus diskriminasi gender dalam garis pewarisan.
Ia dikenal cerdas, berpendidikan internasional, dan aktif dalam berbagai kegiatan kenegaraan.
3. Leonor - Masa Depan Kerajaan Spanyol
Putri Leonor dari Spanyol/ Foto: Instagram @casareal.es
Leonor adalah putri sulung dari Felipe VI dan Letizia.
Meski baru berusia 19 tahun, Leonor telah menunjukkan keseriusannya sebagai calon pemimpin. Ia menjalani pelatihan militer selama tiga tahun sebagai bagian dari persiapan menjadi ratu. Publik Spanyol melihatnya sebagai simbol stabilitas dan modernisasi monarki.
4. Victoria - Calon Ratu Swedia
Putri Victoria/ Foto: Instagram/princessvictoriaofsweden
Putri Mahkota Victoria merupakan anak sulung dari Carl XVI Gustaf dan Silvia. Berusia 48 tahun, Victoria dikenal sebagai figur yang merakyat, sederhana, dan dekat dengan rakyat Swedia.
Ia akan menjadi ratu berkat perubahan hukum suksesi pada 1980 yang menetapkan sistem primogenitur absolut, sehingga anak pertama-tanpa memandang gender-menjadi pewaris takhta.
5. Ingrid Alexandra - Harapan Baru Norwegia
Putri Ingrid Alexandra/ Foto: Instagram/europeroyals
Ingrid Alexandra adalah anak pertama dari Haakon dan Mette-Marit.
Ia diproyeksikan menjadi Ratu Norwegia pertama sejak abad ke-15. Sosoknya yang muda dan aktif dalam kegiatan sosial membuatnya dipandang sebagai representasi generasi baru monarki yang lebih terbuka dan relevan dengan zaman.
Era Baru Monarki yang Lebih Setara
Kelima perempuan ini bukan hanya pewaris takhta, tetapi simbol perubahan besar dalam sistem monarki Eropa. Reformasi hukum suksesi di berbagai negara membuka jalan bagi kepemimpinan berbasis kesetaraan gender.
Di tengah tantangan zaman modern, mereka dipersiapkan bukan sekadar untuk mengenakan mahkota, tetapi untuk membawa stabilitas, diplomasi, dan relevansi baru bagi kerajaan masing-masing.
Era ratu-ratu baru Eropa tampaknya tinggal menunggu waktu.
(ikh/ikh)
Loading ...

7 hours ago
1










































