7 Eleven Bakal Tutup 645 Toko di Amerika Utara Tahun Ini

4 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Operator 7 Eleven berencana menutup 645 toko di Amerika Utara pada tahun ini. Jumlah tersebut lebih besar dibandingkan rencana pembukaan gerai baru, yang hanya sebanyak 205 lokasi.

Melansir dari The Associated Press (AP), dalam laporan keuangan Seven & i Holdings Co., Induk perusahaan 7-Eleven yang berbasis di Jepang, penutupan itu juga mencakup perubahan sejumlah gerai menjadi toko bahan bakar grosir (wholesale fuel stores).

Dalam laporan keuangan, 7 Eleven Inc. disebut telah konsisten membuka toko bahan bakar grosir di Amerika Utara dalam beberapa tahun terakhir. Hingga Desember 2025, jumlahnya telah mencapai lebih dari 900 lokasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perusahaan belum memberi penjelasan mengenai penutupan atau lokasi toko mana saja yang terdampak.

Berdasarkan situs resmi perusahaan, jaringan 7 Eleven saat ini memiliki lebih dari 86 ribu gerai di 19 negara. Sementara 7 Eleven Inc., operator di Amerika Utara yang berbasis di Texas, mengawasi lebih dari 13 ribu lokasi di Amerika Serikat dan Kanada.

Penutupan ratusan toko terjadi di tengah tekanan inflasi dan kenaikan harga bensin akibat perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran, yang mengguncang pasar energi. Kondisi tersebut turut menekan konsumsi masyarakat.

[Gambas:Youtube]

Seven & i dalam laporan tertanggal 9 April menyatakan konsumsi pribadi mulai melemah meskipun ekonomi masih kuat. Pelemahan terutama terjadi pada rumah tangga berpenghasilan rendah yang terdampak inflasi tinggi.

Di sisi lain, pembukaan gerai di luar Amerika Utara diperkirakan lebih banyak dibandingkan penutupan. 7 Eleven Jepang misalnya berencana menutup 350 toko, tetapi membuka 550 lokasi baru.

Seven & i pun memperkirakan pendapatan tahun ini akan turun 9,4 persen menjadi sekitar 9,45 triliun yen atau setara US$59,5 miliar. Nilai tersebut sekitar Rp1.019 triliun dengan asumsi kurs Rp17.139 per dolar AS.

Perusahaan kini mencari peluang pertumbuhan baru melalui transformasi bisnis, termasuk memperkuat penawaran makanan segar dan memperluas layanan pengiriman "7NOW". Perubahan ini berlangsung di bawah kepemimpinan CEO baru Stephen Hayes Dacus.

(dhz/pta)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi