Afghanistan Tuduh Pakistan Bom RS di Kabul, 400 Orang Tewas

6 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Afghanistan menuding militer Pakistan melancarkan serangan udara ke rumah sakit rehabilitas narkoba di Kabul yang menewaskan 400 orang.

Namun Pakistan membantah tuduhan itu dan menyatakan serangan hanya menyasar instalasi militer di Kabul dan Provinsi Nangarhar, pada Senin (16/3).

"Tidak benar serta bertujuan menyesatkan opini publik," demikian pernyataan itu, dikutip Al Jazeera.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut wakil juru bicara pemerintah Taliban Afghanistan, Hamdullah Fitrat, serangan terhadap Rumah Sakit Rehabilitasi Adiksi Omar di Kabul terjadi sekitar pukul 21.00 waktu setempat.

Rumah sakit itu memiliki kapasitas 2.000 tempat tidur, dan serangan itu menghancurkan sebagian besar bangunan, tulisnya melalui platform X.

"Jumlah korban tewas hingga saat ini mencapai 400 orang, sementara sekitar 250 lainnya dilaporkan mengalami luka-luka," demikian pernyataan itu.

"Tim penyelamat masih berada di lokasi untuk mengendalikan kebakaran serta mengevakuasi jenazah korban yang tersisa," lanjutnya.

Sejumlah stasiun televisi lokal menayangkan rekaman yang memperlihatkan petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api di antara reruntuhan bangunan.

Seorang petugas keamanan rumah sakit, Omid Stanikzai (31), mengatakan ia mendengar jet tempur berpatroli di udara sebelum serangan terjadi.

"Ada unit militer di sekitar kami. Ketika unit itu menembaki jet, pesawat itu kemudian menjatuhkan bom dan kebakaran pun terjadi," ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa seluruh korban tewas dan luka merupakan warga sipil.

Sementara itu, juru bicara pemerintah Afghanistan, Zabihullah Mujahid, mengutuk serangan itu dan menilai tindakan Pakistan sebagai pelanggaran wilayah udara serta kejahatan terhadap kemanusiaan.

Serangan itu terjadi beberapa jam setelah pejabat Afghanistan melaporkan baku tembak antara pasukan Afghanistan dan Pakistan di sepanjang perbatasan kedua negara.

Insiden itu menewaskan empat orang di Afghanistan dan menandai pertempuran paling mematikan antara kedua negara dalam beberapa pekan terakhir yang kini memasuki pekan ketiga.

Pakistan sebelumnya menuduh Afghanistan melindungi kelompok bersenjata, termasuk Tehrik-i-Taliban Pakistan. Namun tuduhan itu telah dibantah Kabul.

(rnp/dna)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi