Apa Itu Awan Bercahaya Noctilucent yang Muncul pada Awal Juni?

15 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Musim awan bercahaya noctilucent tahun ini resmi dimulai dengan penampakan pertama awal pada 2 Juni lalu. Apa sebenarnya awan noctilucent?

Fenomena langka awan noctilucent kembali menghiasi langit belahan bumi utara, menghadirkan kilau keperakan yang hanya bisa dilihat sepanjang musim panas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu penampakan paling awal diabadikan oleh fotografer John Clement di atas kota Kennewick, Washington, Amerika Serikat, pada 2 Juni 2026.

Clement awalnya keluar untuk memotret konjungsi Venus dan Jupiter, sebelum menyadari awan langka itu mulai tampak di ufuk utara.

Pengamat langit asal Jerman, Daniel Fischer, juga merekam penampakan awan noctilucent melalui siaran langsung di platform X pada 31 Mei, menampilkan formasi awan tersebut bercahaya di atas kota Flensburg.

"Musim #NoctilucentCloud 2026 yang dimulai beberapa malam lalu di wilayah lintang utara tinggi kini telah mencapai Jerman," katanya di X, Minggu (31/6).

[Gambas:Twitter]

Apa sebenarnya awan noctilucent itu?

Awan noctilucent terbentuk dari kristal-kristal es berukuran sangat kecil yang terakumulasi di lapisan mesosfer, sekitar 80 kilometer di atas permukaan Bumi atau kira-kira sepuluh kali lebih tinggi dari awan cirrus dan formasi awan biasa.

Ketinggian ekstrem itu, yang berada di ambang tepi luar angkasa, memungkinkan awan ini menangkap dan memantulkan cahaya Matahari jauh setelah Matahari terbenam dan sebelum fajar, ketika Matahari masih bersembunyi di bawah cakrawala.

Akibatnya, awan ini bersinar terang di langit senja, sementara awan-awan lain di atmosfer bawah tampak gelap.

Dikutip dari Space, awan noctilucent paling sering teramati antara pertengahan Mei hingga pertengahan Agustus, dengan puncak penampakan biasanya terjadi pada Juli di belahan bumi utara.

Awan ini cenderung terbentuk di dekat kawasan kutub, tempat lapisan mesosfer mencapai suhu paling dingin. Penampakan terbaik umumnya terjadi pada lintang 45 hingga 80 derajat utara dari ekuator.

Untuk mendapatkan peluang terbaik menyaksikan awan noctilucent, arahkan pandangan ke langit bagian barat saat bintang-bintang pertama mulai terlihat setelah Matahari terbenam.

Cari formasi awan tipis dan halus yang memancarkan cahaya keperakan dan kebiruan di langit senja, sementara awan-awan lain di dekat cakrawala tampak gelap.

(lom/lom)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi