Selular.id – Apple dilaporkan tengah menguji chip memori buatan ChangXin Memory Technologies (CXMT), perusahaan semikonduktor asal China, untuk digunakan pada sejumlah lini produk termasuk iPhone dan MacBook. Langkah ini disebut berkaitan dengan upaya Apple menghadapi keterbatasan pasokan komponen memori yang semakin ketat akibat lonjakan kebutuhan industri kecerdasan buatan (AI).
Menurut laporan The Wall Street Journal yang dikutip Reuters, Apple telah melakukan pembicaraan awal dengan CXMT mengenai kemungkinan pasokan komponen memori. Penggunaan chip tersebut disebut ditujukan terutama untuk perangkat yang dijual di pasar China.
Reuters belum dapat memverifikasi laporan tersebut secara independen. Apple maupun CXMT juga belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar Reuters. Artinya, pengujian yang dilakukan belum dapat diartikan sebagai keputusan final Apple untuk memasukkan memori CXMT ke dalam produksi massal iPhone atau MacBook.
CXMT Mulai Masuk Radar Apple
CXMT bukan pemain baru di industri memori. Perusahaan yang berbasis di China itu berdiri pada 2016 dan fokus mengembangkan, memproduksi, serta menjual Dynamic Random Access Memory (DRAM), jenis memori yang digunakan berbagai perangkat elektronik untuk menyimpan data sementara saat sistem bekerja. Produk CXMT mencakup perangkat untuk smartphone, PC, tablet, server hingga perangkat Internet of Things.
Portofolio CXMT juga sudah mencakup LPDDR5 dan LPDDR5X, standar memori berdaya rendah yang banyak digunakan pada perangkat mobile. Di situs resminya, CXMT menyebut LPDDR5X buatannya memiliki kapasitas die 12Gb dan 16Gb dengan kecepatan hingga 10.667 Mbps. Produk tersebut ditujukan antara lain untuk smartphone, tablet, laptop dan perangkat wearable.
Perkembangan ini membuat CXMT semakin relevan di tengah kondisi pasar memori global yang berubah cepat. Permintaan dari pusat data dan sistem AI menyerap kapasitas memori dalam jumlah besar, sementara produsen perangkat konsumen juga membutuhkan pasokan DRAM untuk smartphone dan komputer.
Bagi Apple, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri. Setiap generasi iPhone maupun MacBook membutuhkan pasokan memori dalam jumlah besar, sementara produsen memori global harus membagi kapasitas produksinya untuk berbagai segmen pasar.
Apple Mengincar Alternatif Pasokan
Pembicaraan dengan CXMT memperlihatkan kemungkinan Apple memperluas pilihan pemasok memorinya. Jika terealisasi, chip CXMT berpotensi menjadi salah satu sumber tambahan, khususnya untuk perangkat yang dipasarkan di China.
Langkah tersebut juga bukan sesuatu yang sepenuhnya baru di industri PC. Reuters melaporkan produsen laptop seperti HP dan Acer telah mulai menggunakan chip memori CXMT pada perangkat yang dijual di luar Amerika Serikat untuk membantu mengatasi keterbatasan pasokan.
CXMT sendiri terus memperluas kemampuan produksinya. Reuters sebelumnya melaporkan perusahaan tersebut sedang mempertimbangkan pembangunan pabrik memori kedua di Beijing untuk meningkatkan kapasitas produksi.
Di sisi teknologi, CXMT juga tidak hanya mengandalkan produk memori generasi lama. Perusahaan tersebut telah menawarkan DDR5 hingga 8.000 Mbps dan LPDDR5X hingga 10.667 Mbps berdasarkan spesifikasi yang dipublikasikan di situs resminya.
Kehadiran produk-produk tersebut memberi CXMT ruang untuk bersaing di segmen perangkat modern, meski posisi perusahaan dalam rantai pasok global tetap menghadapi tantangan geopolitik dan kapasitas produksi.
Ada Hambatan dari Regulasi AS
Potensi penggunaan chip CXMT oleh Apple juga membawa persoalan lain karena hubungan teknologi China dan Amerika Serikat masih berada dalam pengawasan ketat Washington.
Departemen Pertahanan AS pada Januari 2025 memperbarui daftar perusahaan China yang dikategorikan sebagai perusahaan militer berdasarkan Section 1260H. Pemerintah AS menyatakan daftar tersebut merupakan bagian dari upaya menyoroti dan menangkal strategi Military-Civil Fusion China.
Sementara itu, aturan Entity List dari Bureau of Industry and Security (BIS) AS mengatur pembatasan ekspor terhadap entitas yang dinilai berisiko terkait kepentingan keamanan nasional atau kebijakan luar negeri Amerika Serikat.
Kondisi tersebut membuat penggunaan komponen dari perusahaan China oleh perusahaan teknologi AS tidak sekadar menjadi persoalan teknis atau harga. Aspek kepatuhan terhadap regulasi ekspor juga menjadi bagian penting dalam pengambilan keputusan rantai pasok.
Untuk Apple, jika chip CXMT benar-benar digunakan, tahap pengujian kemungkinan akan menjadi proses panjang sebelum masuk ke produksi komersial. Apple perlu memastikan kualitas, konsistensi pasokan, kompatibilitas, serta aspek regulasi dapat dipenuhi.
Persaingan Memori Makin Ketat
Perkembangan CXMT menunjukkan bagaimana persaingan industri semikonduktor mulai bergerak lebih luas. Selama bertahun-tahun, pasar DRAM global didominasi pemain besar dari Korea Selatan dan Amerika Serikat. Kini produsen China berusaha mengambil bagian melalui pengembangan teknologi dan peningkatan kapasitas produksi.
CXMT sendiri menyatakan telah mengembangkan berbagai produk DRAM untuk perangkat mobile, PC, tablet dan server. Perusahaan juga menempatkan pengembangan teknologi memori sebagai bagian dari strategi untuk memenuhi pertumbuhan kebutuhan komputasi di era AI.
Bagi Apple, kemungkinan menggunakan memori CXMT juga muncul pada saat kebutuhan terhadap komponen tersebut semakin strategis. AI tidak hanya membutuhkan prosesor berkemampuan tinggi, tetapi juga kapasitas memori besar dan cepat untuk menjalankan berbagai beban kerja komputasi.
Untuk saat ini, belum ada kepastian bahwa chip CXMT akan benar-benar masuk ke iPhone atau MacBook produksi massal. Apple masih berada pada tahap pengujian dan pembicaraan awal, sementara perusahaan maupun CXMT belum mengonfirmasi laporan tersebut.
Jika proses tersebut berlanjut, keputusan Apple dapat menjadi salah satu indikator penting perubahan peta rantai pasok memori global, sekaligus menunjukkan semakin besarnya peran produsen China dalam industri DRAM.
Baca juga: iPhone 2028 Bakal Makin Canggih, Apple Siapkan Layar Nyaris Tanpa Bezel hingga Kamera 200 MP































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5215189/original/094397100_1746795977-20250509AA_Persija_Jakarta_vs_Bali_United-8.jpg)


















