Qualcomm Snapdragon C Bidik Laptop Rp5 Jutaan, Bawa 8 Core

5 hours ago 5

Selular.id – Qualcomm mulai membuka detail platform Snapdragon C yang ditujukan untuk laptop Windows kelas entry-level dengan harga mulai sekitar US$300 atau sekitar Rp5 juta. Prosesor ini membawa CPU delapan core, dukungan memori hingga 16GB, serta efisiensi daya yang diklaim mampu menghadirkan daya tahan baterai sepanjang hari.

Snapdragon C diperkenalkan Qualcomm sebagai platform baru untuk memperluas penggunaan prosesor berbasis Arm ke laptop dengan harga lebih terjangkau. Perusahaan menyasar pelajar, keluarga, hingga bisnis kecil yang membutuhkan perangkat untuk aktivitas sehari-hari seperti menjelajah internet, streaming video, pekerjaan produktivitas, dan panggilan video.

Qualcomm sebelumnya mengumumkan Snapdragon C pada Mei 2026, tetapi spesifikasi lengkapnya baru mulai terungkap. Perusahaan menyebut sejumlah produsen, termasuk Acer, HP, dan Lenovo, telah menyiapkan perangkat berbasis platform tersebut.

Snapdragon C Punya 8 Core

Snapdragon C dibangun menggunakan proses fabrikasi 6nm dan mengandalkan CPU Qualcomm Kryo dengan delapan core. Kecepatan prosesor dapat mencapai 3 GHz pada satu core, sementara pengolah grafisnya menggunakan Adreno A643. Platform ini juga membawa NPU Hexagon untuk menangani sejumlah beban kerja kecerdasan buatan secara lokal.

Untuk memori, Snapdragon C mendukung LPDDR4X, LPDDR5, hingga LPDDR5X dengan kapasitas maksimal 16GB. Dukungan tersebut membuat laptop berbasis Snapdragon C tidak sekadar ditujukan untuk pekerjaan ringan seperti mengetik dokumen dan menjelajah internet, tetapi juga dapat menangani multitasking yang lebih banyak.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Meski begitu, terdapat kompromi pada konfigurasi memori. Platform ini menggunakan antarmuka 32-bit single-channel dengan bandwidth maksimum 25,6 GB/s. Artinya, kapasitas memori memang bisa mencapai 16GB, tetapi jalur komunikasi memorinya lebih terbatas dibandingkan platform laptop kelas menengah dan atas.

Untuk penyimpanan, Snapdragon C mendukung NVMe melalui PCIe 3.0 x2 maupun UFS. Qualcomm juga menyediakan konektivitas Wi-Fi 6E dan Bluetooth 6.0 pada platform tersebut.

Klaim 67 Persen Lebih Kencang dari Intel

Salah satu bagian yang menjadi perhatian adalah klaim performa Qualcomm. Berdasarkan pengujian yang dipublikasikan perusahaan, Snapdragon C mampu memberikan performa hingga 67 persen lebih tinggi dibandingkan Intel N250 dalam skenario tertentu ketika laptop digunakan tanpa sambungan listrik.

Qualcomm juga menyoroti efisiensi daya. Dalam pengujian yang melibatkan aktivitas seperti Netflix, Microsoft Teams, dan YouTube, Snapdragon C diklaim menawarkan efisiensi yang lebih tinggi dibandingkan kompetitornya. Angkanya mencapai 106 persen pada pemutaran Netflix, 99 persen saat menggunakan Microsoft Teams, dan 86 persen pada YouTube.

Namun, angka tersebut merupakan hasil pengujian Qualcomm. Performa aktual akan tetap bergantung pada desain laptop, sistem pendingin, kapasitas baterai, layar, serta konfigurasi perangkat masing-masing produsen.

Begitu pula dengan klaim baterai sepanjang hari. Qualcomm tidak menetapkan satu angka jam penggunaan yang berlaku untuk semua laptop Snapdragon C. Daya tahan baterai akan berbeda sesuai rancangan OEM, termasuk ukuran layar dan kapasitas baterai.

Laptop Murah Mulai Rp5 Jutaan

Strategi Snapdragon C cukup jelas: membawa pengalaman Windows berbasis Arm ke segmen laptop yang selama ini sangat sensitif terhadap harga.

Dengan target mulai US$300, perangkat Snapdragon C berpotensi bersaing langsung dengan laptop Windows entry-level yang menggunakan prosesor Intel atau AMD kelas bawah. Qualcomm juga mengandalkan konsumsi daya rendah untuk memungkinkan produsen membuat perangkat yang lebih dingin dan senyap, bahkan tanpa kipas pada desain tertentu.

Acer menjadi salah satu produsen yang telah menyiapkan laptop dengan platform ini melalui Aspire Go 15. Perangkat tersebut sebelumnya diperkenalkan dengan konfigurasi RAM 8GB, penyimpanan 512GB, layar 15 inci beresolusi Full HD, kamera 1080p, serta baterai 53Wh.

Kehadiran Snapdragon C juga memperlihatkan bagaimana Qualcomm mulai memperlebar strategi PC-nya. Jika Snapdragon X menyasar laptop dengan performa lebih tinggi, Snapdragon C mengambil posisi di bawahnya dengan prioritas harga, efisiensi, dan kebutuhan komputasi harian.

Bagi Qualcomm, segmen ini penting karena laptop murah masih menjadi perangkat utama bagi pelajar, keluarga, dan pengguna yang tidak membutuhkan performa workstation. Persaingan tidak hanya ditentukan oleh jumlah core, tetapi juga seberapa efisien perangkat bekerja ketika menggunakan baterai.

Snapdragon C dijadwalkan hadir pada sejumlah laptop sepanjang 2026. Dengan harga awal sekitar US$300, platform ini akan menjadi salah satu upaya Qualcomm untuk mendorong laptop berbasis Arm masuk lebih dalam ke pasar massal. Seberapa besar penerimaannya akan bergantung pada harga perangkat akhir, kompatibilitas aplikasi Windows, serta performa nyata ketika produk mulai digunakan konsumen.

Baca juga: Qualcomm Memecah Spesifikasi Snapdragon 8 Elite Gen 5 Demi Kuasai Segmen Flagship 2026

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi