Jakarta, CNN Indonesia --
Beberapa tahun terakhir, setidaknya sejak masa pandemi Covid-19 pada 2020 silam, kegiatan balap lari jalanan menjadi populer di kalangan anak muda saat bulan Ramadan.
Mengambil tempat di jalanan, para peserta balap lari bertelanjang kaki, mengadu kecepatan siapa yang paling unggul. Di kiri kanan para pebalap lari itu, pemuda-pemudi--umumnya remaja--yang menghabiskan malam bersorak menjagokan rekan atau yang mereka jagokan tersebut.
Fenomena balap lari jalanan pun kembali marak pada Ramadan ini di sejumlah kota di Indonesia. Namun, untuk menjaga kondusivitas Ramadan, sejumlah pemerintah daerah dan aparat terkait atau forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) mencoba memfasilitasinya secara resmi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa di antaranya di Kabupaten Bogor, tepatnya di Stadion Pakansari; di Cakung, Jakarta Timur; hingga di Pekanbaru, Riau. Walaupun, ada pula balap lari jalanan liar yang tetap digelar dan berujung dibubarkan aparat seperti di Ciputat (Tangerang Selatan) dan kawasan Puspemkab Tangerang pada pekan lalu.
Pakansari, Bogor
Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bogor, Jawa Barat memfasilitasi kegiatan balap lari bagi kalangan muda di kawasan Stadion Pakansari, sebagai upaya menyalurkan hobi sekaligus mencegah aktivitas liar yang mengganggu ketertiban selama Ramadan.
Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto mengatakan kegiatan tersebut mulai digelar setiap malam Minggu sepanjang Ramadan dengan melibatkan peserta dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bogor.
"Untuk balap lari sudah kita fasilitasi. Setiap malam Minggu di area Pakansari, diikuti sekitar 200 pelari dari perwakilan seluruh kecamatan," ujar Wikha di Cibinong, Minggu (3/3) seperti dikutip dari Antara.
Ia menjelaskan kegiatan tersebut dikemas dalam format kompetisi bertahap mulai dari penyisihan, sistem gugur hingga babak final yang dijadwalkan berlangsung sampai pertengahan Ramadan.
Menurutnya, penyediaan arena resmi bertujuan agar kegiatan olahraga tetap berjalan namun tidak mengganggu pengguna jalan umum maupun kenyamanan masyarakat.
"Kami memberikan ruang melalui Dashrun Bogor supaya hobi lari tersalurkan, tapi tidak menutup jalan atau mengganggu masyarakat," katanya.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan upaya menjaga ketertiban selama Ramadan tidak hanya melalui penindakan, tetapi juga dengan menyediakan ruang kegiatan positif bagi generasi muda.
Dengan pola pendekatan tersebut, pemerintah daerah berharap suasana Ramadan di Kabupaten Bogor tetap aman, tertib, dan kondusif.
Kegiatan balap lari di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (ANTARA/M Fikri Setiawan)
Cakung Jaktim
Polisi memfasilitasi balap lari di wilayah Kecamatan Cakung, Jakarta Timur (Jaktim) guna meminimalisir hal-hal negatif masyarakat selama bulan Ramadan.
"Ini sebuah inisiasi yang sangat luar biasa, kegiatan lomba lari malam yang di mana kita ketahui malam hari itu biasanya yang hal-hal negatif," kata Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Alfian Nurizzal, Sabtu (28/2) seperti dikutip dari detik.com.
Kegiatan digelar pada hari Jumat (27/2) kemarin. Lomba lari tersebut bertajuk Cak Affan Cup 2026 dengan tema Cakung Aman Faedah Ramadan Cup.
"Di bulan suci Ramadan ini kita berikan bukti nyata bahwa saat ini di Cakung ada kegiatan yang positif yaitu lomba lari malam yang memberikan kesehatan, kebersamaan," jelasnya.
"Dan menjaga Cakung yang betul-betul tetap aman, tertib, dan terkendali, menjaga kondusifitas di wilayah kecamatan Cakung yang kita cintai bersama," sambungnya.
Pekanbaru Riau
Sementara itu di Bumi Lancang Kuning, Polda Riau hingga Polres Jajaran kembali memfasilitasi balap lari jalanan yang terorganisasi selama Ramadan ini.
Kegiatan yang digelar di Polda Riau itu sudah dimulai sejak awal Ramdaan tahun ini saban Selasa, Jumat, dan Sabtu malam di Pekanbaru. Kegiatan yang diinisiasi Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan pada akhir pekan lalu, Sabtu (28/2) digelar di Jalan Thamrin, Pekanbaru.
Inisiatif ini mengubah energi negatif balap liar menjadi kompetisi lari 100 meter yang sehat dan terarah, di mana jumlah peserta mencapai 260 orang untuk kategori pria, wanita, hingga anak-anak.
"Kegiatan ini dipelopori Polda Riau. Dari awal Ramadan kami telah memulai kegiatan ini untuk menyalurkan energi anak-anak muda yang tadinya negatif menjadi energi negatif," kata Dirlantas Polda Riau, Kombes Jeki Rahmat Mustika, Minggu (1/3) seperti dikutip dari detik.com.
Kegiatan serupa juga digelar oleh Polres jajaran seperti di Bengkalis, Indragiri Hulu, Dumai, Pelalawan,hingga Kuantan Singingi.
Pembubaran balap lari di Tangsel dan Tangerang
Walaupun ada yang difasilitasi pemda hingga polisi, ada pula kegiatan balap lari jalanan di Ramadan ini yang dibubarkan paksa Korps Bhayangkara.
Beberapa di antaranya adalah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dan Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten pekan lalu.
Pada Rabu (25/2) dini hari WIB, aparat Polresta Tangerang membubarkan ratusan pemuda yang menggelar aksi balap lari di Jalan M Atik Soerdia, Kecamatan Tigaraksa, tepatnya di Kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Tangerang.
Berdasarkan video yang beredar di media sosial, ajang balap lari tersebut digelar di depan Alun-alun Tigaraksa. Aktivitas itu sempat mengganggu arus lalu lintas hingga akhirnya dibubarkan aparat kepolisian.
Namun tak semua pemuda tersebut berhasil melarikan diri. Beberapa ada yang diamankan polisi dan dilakukan interogasi, pemeriksaan barang bawaan serta isi ponsel.
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Indra Waspada mengatakan, pembubaran dilakukan karena kegiatan tersebut dinilai berpotensi membahayakan peserta maupun pengguna jalan lainnya.
"Sehingga kami bubarkan demi keamanan, kenyamanan, dan keselamatan semua," ujar Indra.
Menurutnya, meskipun bukan balap liar kendaraan bermotor, kegiatan tersebut tetap berisiko menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban umum.
"Kami mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menyalurkan energi dan hobi pada kegiatan positif dan terorganisir," tegasnya.
Serupa pula yang terjadi di Ciputat, Tangerang Selatan, pada Jumat (27/2) dini hari WIB.
Aparat kepolisian membubarkan aksi balap lari liar yang terjadi di Jalan Nangka, Ciputat, pada malam tersebut.
Pembubaran aksi balap lari liar itu dilakukan saat Direktorat Samapta Polda Metro Jaya melaksanakan Patroli Perintis Presisi. Patroli ini turut melibatkan unsur Unit K-9 serta personel Polwan.
"Pada sekitar pukul 02.07 WIB, tim patroli mendapati sekelompok remaja yang diduga hendak melakukan aksi balap lari liar dan sempat menutup akses jalan di Jl. Nangka Ciputat," kata Dirsamapta Polda Metro Jaya Kombes Wahyu Dwi Ariwibowo dalam keterangannya, Jumat.
"Petugas kemudian melakukan pemeriksaan dan mengamankan 13 remaja untuk dibawa ke Polsek Ciputat Timur guna pemeriksaan serta pendalaman lebih lanjut," sambungnya.
Dalam kegiatan tersebut, petugas juga mengamankan sebilah senjata tajam jenis celurit, sejumlah telepon genggam, serta beberapa kendaraan roda dua yang diduga berkaitan dengan aktivitas tersebut.
Wahyu menerangkan patroli dan penindakan dilakukan sebagai langkah penegakan hukum sekaligus pencegahan agar ruang publik tetap aman.
(dod/kid/ugo)

1 hour ago
1

















































