Paramount Beber Nasib Jaringan TV Milik WBD, Termasuk CNN

3 hours ago 2

CNN Indonesia

Rabu, 04 Mar 2026 06:30 WIB

Paramount Skydance buka suara soal nasib jaringan televisi milik Warner Bros. Discovery (WBD) yang ikut mereka beli dalam megatender Rp1.700 triliun. Paramount Skydance buka suara soal nasib jaringan televisi milik Warner Bros. Discovery (WBD) yang ikut mereka beli dalam megatender Rp1.700 triliun. (AFP/PATRICK T. FALLON)

Jakarta, CNN Indonesia --

Paramount Skydance buka suara soal nasib jaringan televisi milik Warner Bros. Discovery (WBD) yang ikut mereka beli dalam megatender Rp1.700 triliun.

Kepada para analis melalui panggilan telepon, CEO David Ellison dan COO sekaligus Chief Strategy Officer Andy Gordon memastikan mereka belum berniat menjual jaringan televisi milik WBD.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami percaya pada aset yang kami beli, dan saat ini tidak ada rencana untuk melepaskan atau memisahkan paket aset kabel," kata Gordon seperti diberitakan Deadline pada Senin (2/3).

"Dan, khususnya, kami sebenarnya berpikir, mengingat merek yang dibawa Warner Bros. ke Paramount, ada banyak peluang untuk memikirkan semua aspek berbeda dari apa yang dapat mereka lakukan, baik di sisi linear maupun digital... Jadi itulah rencana kami saat ini."

"Kami percaya bahwa banyak saluran linear kami memiliki merek yang luar biasa yang dapat dihidupkan kembali untuk dunia streaming dan digital," katanya.

WBD memiliki sejumlah media televisi kabel, di antaranya CBS, CNN, TBS, TNT, Food Network, HDTV, MTV, Cartoon Network, Adult Swim, dan Discovery Channel.

Semula saat penawaran dengan Netflix, jaringan televisi ini tidak termasuk dalam pembelian dan hanya studio film dan layanan streaming. Dengan rencana itu, jaringan televisi milik WBD ini akan dikumpulkan dalam Discovery Global.

Sedangkan dengan Paramount, perusahaan tersebut ingin mengakuisisi seluruhnya termasuk jaringan televisi kabel WBD. Namun Paramount sendiri sudah memiliki jaringan kabel sendiri, yakni CBS.

Sejumlah holding company sebelumnya juga memisahkan jaringan kabel yang mereka miliki, seperti Comcast yang memisahkan NBCUniversal ke perusahaan publik independen baru bernama Versant.

Ellison dan Gordon pun ditanya apakah ada aset dari WBD yang terasa bukan inti bisnis dan dapat dilepas untuk mengurangi utang. Gordon menegaskan, "tidak. Sederhananya, kami tidak memiliki rencana pelepasan aset saat ini."

"Menggabungkan bisnis linear memberi kami jangkauan yang luar biasa di seluruh konten dan olahraga. Ini juga memberi kita efisiensi operasional untuk menjaga bisnis-bisnis tersebut tetap sehat untuk jangka waktu yang jauh lebih lama daripada jika berdiri sendiri, yang akan baik untuk lapangan kerja, baik untuk arus kas bebas," kata Ellison.

"Dan ada merek-merek luar biasa di seluruh portofolio linear gabungan yang benar-benar kami yakini dapat bertransisi ke masa depan digital. Dan kemudian kita dapat menjangkau orang-orang di mana pun mereka berada," lanjutnya.

"Jika Anda ingin memiliki pilihan untuk mengaksesnya di platform linear, Anda dapat melakukannya, jika Anda ingin mengakses merek-merek tersebut di ekosistem streaming, Anda juga bisa," paparnya.

"Kami percaya bahwa kombinasi tersebut pada akhirnya akan menjaga portofolio tetap sehat dan memperpanjang umurnya lebih lama daripada jika berdiri sendiri."

Dengan megatender ini, Deadline menyebut Paramount-WB berpeluang memiliki media dengan cakupan di lebih dari 200 negara di seluruh dunia.

Selain itu, mereka akan mendapati 128 juta pelanggan HBO Max selain dari Paramount+ yang memiliki 35,8 pelanggan. Dengan begitu, mereka akan memiliki setidaknya 163,8 juta pelanggan layanan streaming.

Sementara itu, Netflix masih memimpin dengan jumlah pelanggan lebih dari 325 juta di seluruh dunia hingga akhir 2025 lalu. Sedangkan Disney+ dari Walt Disney Company memiliki 131,6 juta secara global.

(end)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi