Banjir Kritik, Trump Hapus Unggahan Foto AI Jadi Yesus

11 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menghapus unggahan foto di media sosialnya usai banjir kritik karena menggambarkan dirinya sebagai Yesus Kristus.

Foto tersebut semula diunggah pada Minggu (12/4) di Truth Social. Namun per Senin (13/4), dihapus oleh Trump setelah ramai kritik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam foto tersebut, terlihat Trump digambarkan menyerupai Yesus Kristus dengan mengenakan jubah putih dan tangan bercahaya. Tangan Trump terlihat diletakkan ke kepala seorang pria seperti sedang melakukan penyembuhan.

Foto yang dibuat dengan kecerdasan buatan (AI) itu pun lantas dikritik habis oleh warganet di seluruh dunia. Banyak yang menyerukan Trump menghapus gambar tersebut karena tidak pantas.

"Saya tidak tahu apakah Presiden mengira dia sedang bercanda atau apakah dia berada di bawah pengaruh suatu zat atau penjelasan apa pun yang mungkin dia miliki untuk penghujatan yang SANGAT KETERLALUAN ini. Tapi dia perlu segera menghapus foto ini dan minta maaf kepada rakyat Amerika dan kemudian kepada Tuhan," cuit seorang penulis asal AS, Meghan Basham.

Kritik serupa juga datang dari aktivis politik AS, Riley Gaines, yang pernah diundang Trump ke Gedung Putih.

"Kenapa? Serius, saya tidak mengerti kenapa dia mengunggah ini. Apakah dia mencari respons? Apakah dia benar-benar berpikir seperti ini? Bagaimanapun juga, dua hal ini benar: 1) sedikit kerendahan hati akan sangat bermanfaat baginya. 2) Tuhan tidak boleh diolok-olok," tulisnya di media sosial X.

Gambar Trump bagai Yesus Kristus ini sendiri diunggah setelah Trump mengkritik pemimpin Gereja Katolik sedunia, Paus Leo XIV, buntut sikapnya terhadap kebijakan Trump.

Trump menyebut sang Bapa Suci "lemah dalam menangani kejahatan" dan "sangat liberal" karena tidak percaya pada upayanya dalam menghentikan kejahatan di dunia.

Kritik Trump merujuk pada sikap Paus Leo terhadap keputusan Trump berperang melawan Iran hingga operasi militer AS terhadap Venezuela.

Saat ditanya oleh wartawan mengenai unggahan tersebut, Trump berkilah bahwa gambar itu bukan dirinya menyerupai Yesus Kristus, melainkan dokter.

"Saya kira itu adalah gambar saya sebagai seorang dokter. Dokter Palang Merah, yang kami dukung. Hanya berita palsu yang akan menggembar-gemborkan masalah ini," kata Trump.

(blq/dna)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi