Banksy Ngaku Jadi Otak Munculnya Patung Misterius di London

9 hours ago 8

CNN Indonesia

Sabtu, 02 Mei 2026 10:10 WIB

Banksy akhirnya mengonfirmasi jadi otak di balik patung pria berjas yang tiba-tiba muncul di Pall Mall London. Banksy akhirnya mengonfirmasi jadi otak di balik patung pria berjas yang tiba-tiba muncul di Pall Mall London. (AFP/Richard A. Brooks)

Jakarta, CNN Indonesia --

Banksy akhirnya mengonfirmasi dirinya adalah otak di balik karya terbaru yang menarik perhatian di London. Karya itu merupakan patung pria berjas yang melangkah dengan gagah sambil memegang bendera menutupi pandangannya.

Monumen yang di bagian alasnya tergores nama "Banksy" ini pertama kali muncul pada Rabu (29/4) di kawasan Pall Mall.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Patung tersebut memperlihatkan sosok pria yang berdiri di atas tumpuan, dengan satu kaki melangkah keluar seolah-olah ia terjun tanpa sadar karena wajahnya terbungkus bendera yang ia bawa sendiri.

"Sang seniman meluncurkan monumen tanpa izin ini pada dini hari kemarin," ujar juru bicara Banksy kepada AFP dalam pernyataan singkat dan diberitakan pada Kamis (30/4).

Patung itu sengaja diletakkan di sana karena Banksy menilai "ada sedikit kekosongan" di kawasan tersebut.

Banksy, yang identitas aslinya belum pernah dikonfirmasi secara resmi, mengunggah video di akun Instagram-nya yang memperlihatkan proses instalasi patung tersebut di bawah kegelapan malam menggunakan alat berat.

[Gambas:Video CNN]

Seniman yang dikenal dengan gaya mural satire ini memang kerap menggunakan platform tersebut sebagai cara untuk mengonfirmasi keaslian karyanya.

Dalam video yang dibagikan pada Kamis (30/4) sore, terselip pula komentar kritis dari seorang pejalan kaki anonim.

"Saya tidak suka. Patung yang di atas sana jauh lebih bagus-saya lebih suka yang itu," ujar pria lanjut usia tersebut sembari menunjuk ke arah ujung jalan.

Lokasi berdirinya patung baru ini memang cukup menonjol, yakni di Waterloo Place, berdekatan dengan monumen bersejarah lainnya seperti patung Raja Edward VII, perawat Florence Nightingale, serta Monumen Perang Krimea.

Munculnya karya ini hanya berselang sebulan setelah investigasi Reuters mengklaim telah mengonfirmasi identitas asli sang seniman.

Laporan tersebut mendukung temuan tabloid Mail on Sunday hampir dua dekade lalu yang menyebutkan bahwa Banksy adalah pria Inggris berusia 52 tahun bernama Robin Gunningham, yang kemudian mengganti namanya menjadi David Jones.

Seperti karya-karya sebelumnya, patung ini langsung memicu antusiasme publik.

"Bersama Banksy, ini adalah acara dengan waktu terbatas karena ini adalah seni publik-Anda tidak tahu berapa lama karya ini akan bertahan," ujar Ollie Isaac, seorang mahasiswa berusia 23 tahun yang ikut mengantre untuk melihat patung tersebut.

Ia menilai karya itu sangat brilian dan mungkin merupakan respons terhadap kembalinya paham nasionalisme, seraya menambahkan bahwa setelan jas patung tersebut "sangat mencirikan politisi."

Senada, Lynette Cloraleigh, seorang guru berusia 55 tahun, merasa penasaran dengan bagaimana patung tersebut bisa tiba-tiba muncul di sana.

"Saya suka penempatannya. Menarik sekali melihat bagaimana benda ini bisa sampai di sini," katanya.

Ini bukan pertama kalinya Banksy menghadirkan patung "liar" di London. Pada 2004, ia pernah meluncurkan The Drinker, bentuk satire terhadap patung perunggu ikonis Auguste Rodin, The Thinker, di dekat Shaftesbury Avenue.

Pihak Dewan Westminster, yang membawahi wilayah tersebut, memberikan sambutan yang cukup positif meski karya ini hadir tanpa izin.

"Kami sangat antusias melihat patung terbaru Banksy... yang menjadi tambahan mencolok bagi dunia seni publik kota ini yang dinamis," tulis perwakilan dewan dalam pernyataan resmi.

Mereka juga menyatakan telah mengambil langkah awal untuk melindungi patung tersebut agar tetap dapat diakses dan dinikmati oleh masyarakat luas untuk saat ini.

(afp/chri)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi