Baterai Besar Kunci Pengembangan AI di Hp Ke Depan

11 hours ago 2

Selular.ID – Seiring meningkatnya kebutuhan komputasi untuk pemrosesan kecerdasan buatan  (AI) secara real-time, pengembangan AI di smartphone pada 2026 akan sangat bergantung pada kapasitas baterai dan efisiensi daya,

Hal tersebut diungkapkan Aryo Meidinato, Pengamat Gadget kepada Selular, dalam bincang eksekutif.

Aryo menegaskan bahwa konsumsi energi menjadi faktor krusial selain kemampuan komputasi, terutama untuk fitur seperti pengenalan gambar, asisten suara, hingga AI generatif yang berjalan langsung di perangkat.

Menurut Aryo Meidianto, tren penggunaan AI di perangkat mobile tidak hanya menuntut peningkatan performa chipset, tetapi juga mendorong produsen untuk menghadirkan baterai berkapasitas besar dan sistem manajemen daya yang lebih cerdas.

“Pemrosesan AI, terutama yang berlangsung secara real-time seperti pengenalan gambar atau suara, membutuhkan energi lebih besar dibandingkan fungsi konvensional,” ujar Aryo, dalam Bincang Eksekutif di Jakarta, (02/04/26).

Ia menjelaskan, kondisi ini membuat vendor smartphone harus mengembangkan pendekatan baru, baik dari sisi hardware maupun software.

Di sisi hardware, peningkatan kapasitas baterai menjadi solusi paling langsung.

Sementara dari sisi software, optimalisasi sistem operasi dan algoritma AI diperlukan agar konsumsi daya dapat ditekan tanpa mengorbankan performa.

Seiring meningkatnya adopsi AI di berbagai lini fitur, kebutuhan energi menjadi tantangan yang tidak bisa diabaikan. Chipset modern kini sudah dilengkapi unit pemrosesan khusus AI atau Neural Processing Unit (NPU) yang dirancang untuk mempercepat komputasi berbasis machine learning.

Namun, peningkatan kemampuan ini berbanding lurus dengan kebutuhan daya yang lebih tinggi, terutama ketika fitur AI berjalan secara terus-menerus di latar belakang.

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah produsen telah mulai mengadopsi baterai berkapasitas di atas 5.000 mAh sebagai standar baru di smartphone kelas menengah hingga flagship.

Selain itu, teknologi pengisian cepat (fast charging) juga terus dikembangkan untuk mengimbangi kebutuhan penggunaan intensif, termasuk aktivitas berbasis AI.

Aryo menambahkan, ke depan, kombinasi antara inovasi baterai, efisiensi chipset, optimalisasi software, serta penguatan infrastruktur jaringan akan menjadi faktor penentu dalam pengembangan AI di smartphone.

Baca Juga:Tips Hemat Baterai Hp Saat Mudik Lebaran

Pendekatan ini dinilai penting untuk memastikan pengalaman pengguna tetap optimal tanpa mengorbankan daya tahan perangkat di tengah meningkatnya kebutuhan komputasi berbasis AI.

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi