Selular.ID – Samsung Indonesia resmi menghadirkan Galaxy S26 Series di Indonesia pada 2 April 2026 dengan fokus pada pengalaman penggunaan yang lebih seamless melalui integrasi kecerdasan buatan (AI), peningkatan kamera, serta konektivitas lintas perangkat.
Perangkat ini dirancang untuk menjawab kebutuhan pengguna modern yang semakin bergantung pada smartphone untuk produktivitas dan pembuatan konten.
Peluncuran Galaxy S26 Series dilakukan di Jakarta, dengan menekankan perubahan pola penggunaan smartphone yang kini tidak hanya berorientasi pada spesifikasi, tetapi juga pada kemudahan penggunaan dalam aktivitas sehari-hari.
Samsung melihat adanya kebutuhan akan perangkat yang mampu menggabungkan fungsi kerja, hiburan, dan kreativitas dalam satu ekosistem terintegrasi.
Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, menyatakan bahwa perusahaan merancang seri ini dengan pendekatan yang lebih kontekstual terhadap kebutuhan pengguna.
“Hari ini, pengguna tidak lagi hanya mencari ponsel dengan spesifikasi tinggi, tetapi perangkat yang benar-benar bisa mengikuti ritme hidup mereka. Galaxy S26 Series kami rancang untuk menjawab kebutuhan tersebut, mulai dari membuat konten, bekerja, hingga berbagi dalam satu ekosistem yang seamless,” ujarnya.
Salah satu fokus utama pada Galaxy S26 Series adalah peningkatan kemampuan kamera melalui fitur Nightography.
Teknologi ini mengandalkan sensor dengan aperture atau bukaan lensa besar hingga f/1.4 pada kamera utama, yang memungkinkan lebih banyak cahaya masuk ke sensor.
Secara teknis, peningkatan cahaya ini berkontribusi pada hasil foto yang lebih terang dan minim noise, terutama dalam kondisi low-light.
Selain itu, perangkat ini juga dilengkapi lensa telefoto dengan aperture f/2.9, yang mendukung pengambilan gambar jarak jauh dengan detail tetap terjaga.
Proses pengolahan gambar diperkuat oleh AI Image Signal Processor (ISP), yaitu sistem pemrosesan berbasis kecerdasan buatan yang mengoptimalkan warna, kontras, dan detail secara otomatis.
Kemampuan video turut menjadi fokus pengembangan. Samsung menghadirkan fitur Horizontal Lock yang membantu menjaga stabilitas video saat perekaman dalam kondisi bergerak.
Teknologi ini bekerja dengan dukungan sensor dan AI untuk menjaga orientasi gambar tetap lurus, sehingga pengguna dapat merekam video yang stabil tanpa perangkat tambahan seperti gimbal.
Di sisi konektivitas, Samsung meningkatkan fitur Quick Share agar dapat digunakan lintas sistem operasi, termasuk perangkat iOS.
Fitur ini memungkinkan berbagi file seperti foto, video, dan dokumen secara langsung tanpa kabel atau aplikasi tambahan, dengan kualitas tetap terjaga. Integrasi ini menunjukkan upaya Samsung dalam memperluas interoperabilitas antar perangkat.
Galaxy S26 Series juga menghadirkan fitur keamanan seperti Privacy Display yang dirancang untuk menjaga privasi layar dari sudut pandang tertentu.
Fitur ini menjadi relevan seiring meningkatnya kesadaran pengguna terhadap perlindungan data pribadi di perangkat mobile.
Pengalaman pengguna diperkuat melalui integrasi AI di berbagai aspek sistem, mulai dari pengolahan gambar hingga manajemen performa.
Pendekatan ini sejalan dengan tren industri smartphone global yang semakin mengandalkan AI untuk meningkatkan efisiensi dan personalisasi penggunaan.
Perangkat ini telah tersedia melalui kanal resmi Samsung, termasuk situs web dan jaringan ritel di Indonesia.
Samsung juga menghadirkan Galaxy Studio di pusat perbelanjaan untuk memberikan pengalaman langsung kepada konsumen terhadap fitur-fitur unggulan Galaxy S26 Series.
Untuk varian Samsung Galaxy S26 Ultra, tersedia beberapa konfigurasi memori dengan harga mulai dari Rp24.499.000 untuk 12GB/256GB, Rp27.499.000 untuk 12GB/512GB, hingga Rp31.999.000 untuk 16GB/1TB.
Peluncuran Galaxy S26 Series mencerminkan strategi Samsung dalam memperkuat posisi di segmen premium melalui integrasi AI dan ekosistem perangkat yang lebih luas.
Baca Juga:Samsung Galaxy S26 Series Dorong Standar Gaming Mobile 2026
Pendekatan ini diarahkan untuk mendukung kebutuhan pengguna yang semakin kompleks dalam aktivitas digital sehari-hari, terutama yang berkaitan dengan produktivitas dan kreasi konten.



















































