Beda Sikap soal Iran, Trump Ingin Tarik Pasukan AS di Spanyol dan Italia

4 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan sinyal kuat bahwa pemerintahannya tengah mempertimbangkan pengurangan kehadiran militer di Spanyol dan Italia.

Langkah ini dipicu oleh bentrokan visi dengan para pemimpin Spanyol dan Italia terkait perang di Iran yang kini telah memasuki bulan ketiga.

Pernyataan ini muncul hanya selang sehari setelah Trump mengajukan usulan serupa untuk Jerman, menyusul kritik pedas dari Kanselir Friedrich Merz terhadap strategi perang Washington yang dinilai tidak terkonsep dengan baik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berbicara kepada wartawan di Ruang Oval, Trump mengungkapkan kekecewaannya terhadap sikap Spanyol dan Italia yang menolak mendukung operasi militer AS-Israel di Iran.

"Ya, mungkin saja, saya kemungkinan besar akan melakukannya (menarik pasukan). Kenapa tidak?" ujar Trump, seperti dilansir Euronews. "Italia sama sekali tidak membantu kami, dan Spanyol sangat buruk, benar-benar buruk," sambungnya. 

Trump berargumen bahwa perang di Iran memberikan manfaat bagi seluruh dunia, termasuk sekutu-sekutunya di Eropa. Ia mengkritik keras negara-negara yang ia sebut sebagai "sekutu formal" tersebut karena tidak berpartisipasi dalam upaya "menghilangkan ancaman nuklir Iran" dan menjaga keamanan Selat Hormuz.

Hingga akhir Desember 2025, data menunjukkan kehadiran pasukan aktif AS di ketiga negara tersebut cukup signifikan. Di Jerman terdapat 36.436 personel militer AS.

Sementara di Italia ada 12.662 personel militer AS dan di wilayah Spanyol terdapat sebanyak 3.814 personel militer AS

Meskipun besaran pengurangan belum dipastikan, sejumlah media AS memprediksi angka tersebut akan sangat signifikan dan dapat mengubah lanskap pertahanan NATO secara permanen.

Perselisihan ini menandai titik terendah hubungan AS dengan para pemimpin kunci Eropa. Sebelumnya, Trump meluncurkan serangan verbal terhadap Perdana Menteri Giorgia Meloni, yang sebeumnya adalah sekutu sayap kanan dekatnya.

Trump menyebut Meloni "kurang keberanian" karena tidak mampu melawan tekanan domestik untuk mendukung perang di Iran.

Ketegangan dengan PM Spanyol Pedro Sanchez berakar lebih dalam, mulai dari perbedaan posisi terkait perang di Gaza hingga penolakan Spanyol untuk menaikkan anggaran pertahanan NATO menjadi 5 persen dari PDB. Spanyol adalah satu-satunya anggota yang menolak kesepakatan tersebut di KTT Den Haag tahun lalu.

Ketidakstabilan di kawasan Timur Tengah akibat perang ini telah memukul ekonomi global. Harga minyak mentah jenis Brent melonjak drastis, ditutup pada angka US$114 per barel pada Jumat (1/5), naik tajam dari harga sebelum perang yang berada di kisaran US$70 per barel.

Pemerintah AS dikabarkan bahkan mempertimbangkan untuk menangguhkan keanggotaan Spanyol di NATO sebagai konsekuensi atas penolakan negara itu mendukung kebijakan Washington di Iran.

(wiw)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi