Benarkah Hajar Aswad Berasal dari Meteorit? Ini Penjelasan Pakar

14 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Hajar Aswad atau yang juga dikenal sebagai Black Stone kerap diduga sebuah meteorit oleh sejumlah peneliti. Simak faktanya berikut ini.

Hajar Aswad merupakan batu yang menempel di Ka'bah dan disucikan oleh umat muslim di dunia. Batu ini memiliki diameter 30 sentimeter dan berada 1,5 meter dari permukaan tanah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hajar Aswad sempat terpecah menjadi beberapa bagian dari kerusakan yang ada selama abad pertengahan. Potongan-potongan tersebut kini disatukan oleh bingkai perak yang diikat pada sebuah batu.

Batu ini sering digambarkan sebagai batu yang berasal dari meteorit, tetapi teori tersebut masih dipertimbangkan di kalangan para peneliti.

Teori Hajar Aswad merupakan sebuah meteorit berasal dari sejarawan sekuler. Banyak ahli geologi di seluruh dunia mencoba memastikan jenis dan sifat Hajar Aswad, tetapi tidak menemukan hasil akhir karena batasan budaya dan agama.

Sifat ilmiah Hajar Aswad telah banyak diperdebatkan. Batu itu disebut sebagai batu basal, batu akik, sepotong batuan alam atau yang paling populer yakini meteorit berbatu.

Anthony Hampton dan tim ahli geologi dari Universitas Oxford mempelajari sampel lokal yang dikumpulkan dari emplasemen batu dan menemukan sejumlah iridium dan banyak pecahan kerucut.

Temuan geologi langka itu yang diketahui terbentuk di batuan dasar di bawah kawah tumbukan meteorit yang ditemukan oleh Paul Partsch, yang menerbitkan laporan komprehensif pertama tentang Black Stone pada 1857.

Kemudian pada 1980, Elsebeth Thomsen dari Universitas Koopenhagen mengusulkan bahwa Hajar Aswad mungkin merupakan pecahan dari benturan meteorit yang terfragmentasi, yang jatuh sekitar 6.000 tahun yang lalu.

Di lokasi tersebut terdapat balok-balok kaca silika berwarna putih dan kuning serta cekungan berisi gas yang memungkinkannya mengapung di air yang sama seperti batu Hajar Aswad yang mengapung di air dan tidak menjadi panas dalam api.

Sementara itu, sebuah studi lain yang dilakukan oleh United States Geological Survey mengatakan Hajar Aswad mungkin adalah obsidian dari aliran lava yang umum di salah satu Harrat (ladang vulkanik) yang ditemukan pesisir Arab bagian barat.

Dikutip dari Geology Page, para ahli geologi masih ragu untuk mengungkap kebenaran batu Hajar Aswad merupakan batu obsidian karena masih ada sejumlah sisi ilmiah yang belum dapat dibuktikan.

Lebih lanjut, peneliti Robert S Dietz and John McHone dari Departemen Geology di Universitas Ilinois, Amerika Serikat mengatakan Hajar Aswad bukan berasal dari batuan meteorit tetapi merupakan batu akik yang merupakan salah satu mineral yang terbentuk di dalam bumi.

"Batu Hitam Ka'bah rupanya bukan meteorit, meskipun terdaftar sebagai contoh yang mungkin dalam Katalog Meteoritas Prior-Hey. Pita difusi dan kenampakan fisik lainnya menunjukkan bahwa itu adalah batu akik," katanya seperti dikutip dari jurnal yang berjudul Kaba Stone; Not a Meteorite, Probably an Agate.

(lom/dmi)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi