Jakarta, CNN Indonesia --
Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek (Japek) akan diperbaiki setelah dinilai menjadi salah satu penyebab kemacetan di Jalan Layang Sheikh Mohammed bin Zayed (MBZ) saat arus mudik Lebaran 2026.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkapkan persoalan utama terletak pada akses keluar-masuk rest area yang terlalu sempit.
Ia mengaku sudah pernah komplain terkait dengan kondisi Rest Area KM 57. Selain aksesnya, Dody juga protes soal jalannya yang berlubang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Waktu itu (berlubang) sudah cukup parah, tapi kemarin saya lihat sih bolong-bolongnya sudah diperbaiki semua dan memang arus masuknya terlalu kecil," ujar Dody dalam acara diskusi bersama media di kantor Kementerian PU, Jakarta Selatan, Kamis (2/4).
Kondisi tersebut, sambungnya, turut memperparah kepadatan lalu lintas di Tol MBZ. Terlebih, saat volume kendaraan melonjak di atas kapasitas normal ketika periode mudik.
Menurut Dody, PT Jasa Marga (Persero) selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) pengelola Tol Jakarta-Cikampek telah membentuk tim untuk melakukan pembenahan.
Perbaikan tidak hanya dilakukan di Rest Area KM 57, tetapi juga Rest Area KM 62.
"Jasa Marga akan membentuk tim, manggil konsultan untuk bagaimana kemudian rest area itu harus direnovasi atau restrukturisasi atau diperlebar gitu," ujar Dody.
Ia menargetkan perbaikan di kedua rest area tersebut bisa rampung sebelum periode libur Natal dan Tahun Baru 2026/2027.
Selain itu, pemerintah juga mendorong peningkatan status rest area dari tipe B menjadi tipe A guna menambah kapasitas layanan.
Rest area tipe A memiliki luas lahan minimal 6 hektare dengan kapasitas parkir setidaknya 200 mobil kecil dan 50 kendaraan besar.
Sementara itu, rest area tipe B memiliki kapasitas lebih kecil dengan luas minimal 3 hektare dan daya tampung sekitar 100 mobil kecil serta 25 kendaraan besar.
Namun, peningkatan rest area dari tipe B ke tipe A tidak mudah. Pasalnya, menurut Dody, rest area cenderung hanya ramai pada periode tertentu seperti musim libur.
Dengan kedua rest area tersebut dikelola oleh pihak swasta, mereka pun ragu untuk melakukan peningkatan kapasitas.
Oleh karena itu, Dody menyatakan Kementerian PU akan menambah rest area fungsional terlebih dahulu, sambil mendorong pihak swasta untuk meningkatkan kapasitas rest area yang mereka kelola.
(dhz/sfr)
Add
as a preferred source on Google

11 hours ago
2
















































