Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang
FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang membongkar sejumlah fakta mencengangka di balik pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satunya terkait adanya persaingan tidak sehat antar dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang saling memperebutkan penerima manfaat hingga menjelek-jelekkan dapur pesaing.
"Ada juga persaingan antar dapur. Ini ternyata ada sekolah-sekolah yang mau direbut PM-nya oleh dapur lain, sehingga dia ngomong 'Ini jelek nih dari dapur ini'. Sekarang yang terjadi seperti itu juga banyak," ungkap Nanik dalam sebuah talkshow di televisi, Rabu (25/3/2026).
BGN menegaskan akan terus memperketat pengawasan dan menerapkan sanksi tegas berupa suspend kepada dapur yang tidak menjalankan standar operasional demi melindungi kepentingan negara dan penerima manfaat.
Hingga Maret 2026, BGN telah menonaktifkan sebanyak 1.528 SPPG setelah ditemukan pelanggaran serius mulai dari infrastruktur yang tidak memenuhi standar, ketiadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), belum didaftarkannya Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) hingga ketidaksesuaian dalam penyajian menu kepada penerima manfaat.
Data ini merupakan akumulasi sejak Januari 2025 hingga Maret 2026.
Nanik mengungkapkan, jumlah tersebut menunjukkan tren penurunan dibandingkan dua minggu sebelumnya.
“Terjadi penurunan dibandingkan dua minggu lalu karena sudah pada mendaftar SLHS,” ujar Nanik di Jakarta, Rabu 25/3.


















































