Selular.ID – Olike, brand aksesori yang merupakan bagian dari ekosistem bisnis Oppo, terus memperkuat posisinya di pasar aksesori Indonesia sejak pertama kali masuk pada 2019.
Wan Chigang, Product Director Olike, yang akrab disapa Oskar mengungkapkan bahwa perusahaan mencatat pertumbuhan bisnis yang pesat dalam beberapa tahun terakhir.
Meski skala operasinya di Indonesia masih tergolong kecil dibandingkan pemain lain di industri ini.
Menurut Oskar, Olike memposisikan diri sebagai penantang, di tengah ketatnya persaingan pasar aksesori Tanah Air.
Ia menyebut, keputusan Olike masuk ke Indonesia didasari peluang bisnis yang besar.
“Kami semacam penantang, artinya kami harus bekerja lebih keras karena persaingan sekarang sangat ketat. Banyak merek yang ingin ikut ambil bagian di pasar ini,” ujar Oskar, dalam Bincang Eksekutif, Bersama Selular, di Jakarta (15/07/26)
Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda
Oskar yang mulai bergabung dengan Olike pada 2023, melihat kategori audio seperti true wireless stereo (TWS), dan speaker menjadi produk utama yang mendorong pertumbuhan bisnis Olike di dalam negeri.
“Sepanjang tahun lalu, produk speaker Olike tercatat laris di platform TikTok dan masuk kategori teratas di sejumlah marketplace,”terang Oskar.
Selain audio, kategori smartwatch juga menjadi penopang bisnis Olike sejak merek ini pertama kali berdiri.
Oskar menyebut smartwatch sebagai produk andalan Olike, kendati Oskar tidak mengatakan secara pasti presentase penjualan, Oskar memastikan bahwa smartwatch mencatatkan performa penjualan yang baik hingga saat ini.
Tantangan memasarkan beragam varian Olike
Oskar juga mengakui, banyaknya varian produk yang dipasarkan Olike, mulai dari audio, TWS, smartwatch, hingga kipas mini, menghadirkan tantangan tersendiri dalam pengelolaan bisnis.
Perusahaan harus menjaga keseimbangan antara inovasi produk, manajemen stok, dan pemilihan lini produk yang sesuai kebutuhan pasar lokal, sambil tetap mempertahankan kesehatan bisnis secara keseluruhan.
Untuk kategori aksesori, Oskar menyebutkan adalah menjaga inovasi tetap berjalan, sekaligus mengelola stok dan manajemen produk di berbagai kategori.
“Kami berusaha memenuhi kebutuhan konsumen lokal, dan karena itu kami juga harus menjaga bisnis tetap sehat,” kata Oskar.
Ia menambahkan, pengelolaan portofolio produk yang beragam menuntut fokus tinggi dari tim internal Olike.
Perusahaan perlu menjaga hubungan dengan mitra distribusi baik di China maupun Indonesia, sekaligus terus memantau masukan konsumen terkait cara mereka menilai dan menggunakan produk dalam kehidupan sehari-hari.
Aspek harga dan volume unit turut dikelola secara dinamis agar bisnis tetap berjalan berkelanjutan di tengah persaingan pasar yang ketat.
“Kami harus tetap fokus, tetap menjaga hubungan dengan mitra kami baik di China maupun di Indonesia untuk distribusi, dan terus memperhatikan suara konsumen. Di saat yang sama, kami juga harus menjaga kesehatan bisnis, artinya kami harus mengelola harga dan volume unit secara dinamis,” ujar Oskar.
Sebagai bagian dari ekosistem bisnis Oppo, Olike memanfaatkan sinergi dengan perusahaan saudara sesama anak usaha grup, termasuk dalam hal jaringan distribusi maupun pengembangan kategori produk baru.
Pendekatan ini menjadi salah satu strategi Olike untuk memperluas jangkauan pasar sekaligus mempertahankan daya saing di tengah banyaknya merek aksesori, baik lokal maupun internasional, yang turut bersaing di segmen yang sama.
Ke depan, Olike disebut akan terus mengembangkan kategori produk unggulannya, khususnya audio dan smartwatch, sambil menyesuaikan strategi distribusi dan inovasi produk dengan karakteristik konsumen Indonesia.
Baca Juga:Gen Z Mulai Tinggalkan Headset Bluetooth, Penjualan Headset Kabel Olike Melonjak
Perusahaan menempatkan pemahaman terhadap kebutuhan pasar lokal sebagai bagian penting dari upaya memperkuat posisinya di tengah persaingan industri aksesori gadget yang terus berkembang.


















































