Jakarta -
Kabar duka datang dari dunia bisnis digital. Leonid Radvinsky, miliarder sekaligus pemilik platform OnlyFans, meninggal dunia pada usia 43 tahun, tepatnya pada 20 Maret 2026.
Leonid yang lahir di Ukraina dan besar di Chicago, Amerika Serikat, dikenal sebagai sosok di balik pesatnya pertumbuhan OnlyFans. Ia mengakuisisi platform tersebut pada 2018 dari para pendirinya yang berbasis di Inggris.
Meninggal Setelah Melawan Penyakit
Pihak OnlyFans mengonfirmasi kabar tersebut dan mengungkap penyebab wafatnya Leonid.
"Leonid meninggal dunia dengan tenang setelah perjuangan panjang melawan kanker," demikian pernyataan resmi perusahaan yang dilansir BBC.
Pihak perusahaan juga meminta publik untuk menghormati privasi keluarga yang ditinggalkan.
Sukses Besarkan OnlyFans
Didirikan pada 2016, OnlyFans merupakan platform media sosial berbasis langganan. Di sini, para kreator bisa mengunggah berbagai konten-mulai dari memasak hingga olahraga-yang bisa diakses pengguna berbayar.
Meski begitu, platform ini paling dikenal karena konten dewasa yang menjadi daya tarik utamanya.
OnlyFans memungkinkan kreator berinteraksi langsung dengan penggemar melalui pesan pribadi, siaran langsung, hingga konten eksklusif berbayar. Dari setiap transaksi, perusahaan mengambil sekitar 20 persen.
Di bawah kepemimpinan Leonid, OnlyFans berkembang pesat, terutama saat pandemi Covid-19. Platform ini bahkan mencatat pendapatan sekitar USD 1,4 miliar (sekitar Rp23 triliun) dengan total transaksi mencapai lebih dari Rp158 triliun.
Pada 2024, OnlyFans memiliki lebih dari 377 juta pengguna dan sekitar 4,6 juta kreator aktif.
Sempat Tersandung Kontroversi
Kesuksesan besar ini juga diiringi sorotan dari regulator dan pembuat kebijakan, terutama terkait konten dewasa di platform tersebut.
Parlemen Inggris sempat melakukan penyelidikan pada 2024 untuk memastikan apakah ada anak di bawah umur yang bisa mengakses konten di OnlyFans. Pihak perusahaan menyebut masalah tersebut hanya "masalah teknis".
Regulator komunikasi Inggris, Ofcom, akhirnya menghentikan penyelidikan. Namun OnlyFans tetap dikenai denda sekitar £1 juta karena dinilai tidak memberikan informasi yang akurat terkait sistem verifikasi usia pengguna.
Sesuai aturan, pengguna OnlyFans seharusnya berusia minimal 18 tahun.
Pada 2021, OnlyFans juga sempat berencana melarang konten seksual di platformnya. Namun keputusan itu dibatalkan hanya dalam hitungan hari setelah mendapat penolakan besar dari pengguna dan pelaku industri.
Warisan dan Kekayaan Fantastis
Selain OnlyFans, Leonid juga aktif berinvestasi di sektor teknologi melalui perusahaan modal ventura miliknya, Leo.com. Ia juga dikenal memiliki kegiatan filantropi, termasuk berdonasi ke Memorial Sloan Kettering Cancer Center.
Menurut majalah Forbes, kekayaan bersih Leonid diperkirakan mencapai USD 4,7 miliar atau sekitar Rp79 triliun.
Kepergiannya meninggalkan jejak besar di industri digital, terutama dalam membangun ekosistem kreator yang kini berkembang pesat di seluruh dunia.
(yoa)
Loading ...

4 hours ago
6

















































