Jakarta, CNN Indonesia --
Bos perusahaan konglomerat Vietnam Vingroup, Pham Nhat Vuong, menjadi orang terkaya di Asia Tenggara melampaui taipan Indonesia dan pemilik konglomerat Barito Pacific Group, Prajogo Pangestu.
Nhat Vuong jadi orang terkaya di ASEAN dengan kekayaan bersih mencapai US$24,5 miliar atau sekitar Rp414,05 triliun, menurut Forbes.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Per Minggu (5/4), Forbes menempatkan Vuong di peringkat ke-100 daftar orang terkaya dunia, sementara Pangestu berada di posisi ke-138.
Dalam tiga bulan terakhir, kekayaan Pangestu merosot tajam dari lebih dari US$44 miliar (Rp743,6 triliun) menjadi US$18,6 miliar (Rp314,34 triliun), terutama akibat penurunan 60 persen saham perusahaannya.
Penurunan ini terjadi setelah otoritas Indonesia pada Januari mempertanyakan transparansi pasar saham domestik serta valuasi saham perusahaan-perusahaan besar.
Kekayaan Vuong pun dihitung setelah sejak awal tahun juga turun hampir US$4 miliar (Rp67,6 triliun), terutama karena saham Vingroup melemah setelah sebelumnya sempat mencapai level tertinggi sepanjang masa pada tahun lalu.
Dikutip VN Express, Vuong dan keluarganya saat ini memegang kendali atas Vingroup dengan kepemilikan sekitar 65 persen. Secara pribadi, ia memiliki sekitar 10,05 persen dari modal dasar perusahaan.
Vuong pertama kali diakui oleh Forbes sebagai miliarder pertama Vietnam pada 2013, dengan kekayaan US$1,5 miliar dan berada di peringkat ke-974 dunia. Dalam 12 tahun, kekayaannya telah meningkat lebih dari 16 kali lipat.
Keluarga Pham juga mencakup dua miliarder lainnya, yakni istrinya Pham Thu Huong dan saudara perempuannya Pham Thuy Hang. Keduanya resmi masuk dalam daftar orang terkaya dunia versi Forbes pada Maret.
Huong, dengan kekayaan US$1,5 miliar, menjabat sebagai wakil ketua Vingroup sekaligus ketua GSM, perusahaan yang mengoperasikan layanan taksi dan ride-hailing Xanh SM.
Sementara itu, Hang juga menjabat sebagai wakil ketua Vingroup dan memiliki kekayaan yang sama. Ia merupakan lulusan jurusan Bahasa Rusia dari Hanoi University (sebelumnya Hanoi University of Foreign Studies).
Tahun ini, Vingroup menargetkan pendapatan sebesar sekitar US$17,1 miliar, naik 36 persen secara tahunan. Perusahaan juga memperkirakan laba bersih setelah pajak mencapai VND25 triliun (US$950 juta), atau 2,2 kali lebih tinggi dibandingkan 2025 dan menjadi level tertinggi sepanjang sejarah.
(rds)
Add
as a preferred source on Google

11 hours ago
3














































